Berita

VIRUS ZIKA

MARI KAWAN BERSAMA-SAMA MENGENAL VIRUS ZIKA...

Dunia kesehatan baru-baru ini sedang digemparkan oleh sebuah temuan virus baru yang bisa dibilang cukup berbahaya karena dapat mengakibatkan kecacatan pada janin. Virus tersebut adalah virus Zika, namun sebenarnya virus Zika sendiri sudah muncul sejak tahun 1947 di Uganda. Temuan virus ini dideteksi dari badan hewan endemik Uganda yaitu kera. Kemudian virus ini ternyata bisa menular pada tubuh manusia dan serangan dari virus ini pun semakin meluas mulai dari negara-negara di Afrika, Amerika, dan Asia Pasifik, termasuk indonesia. 

  

 APA ITU VIRUS ZIKA?

Virus Zika adalah anggota dari keluarga Flaviviridae dan ditularkan ke manusia oleh nyamuk. Orang yang terjangkit virus Zika akan merasakan gejala seperti demam, sakit kepala, ruam kemerahan di wajah, leher, lengan atas, mungkin juga menyebar ke te lapak tangan dan kaki, mata merah (konjungtivitis), serta nyeri otot dan sendi. Gejala biasanya ringan dan berlangsung 2-7 hr.

BAGAIMANA CARA PENULARAN VIRUS ZIKA?

Virus Zika ditularkan ke seseorang terutama melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, terutama jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis seperti Indonesia. Nyamuk tersebut adalah jenis nyamuk yang sama yang menyebarkan virus demam berdarah dan chikungunya.

Nyamuk tersebut dapat juga terinfeksi setelah menghisap darah dari seseorang yang telah sebelumnya terinfeksi virus tersebut. Dan nyamuk yang sudah terinfeksi tersebut dapat menularkan virus ke orang lain melalui gigitannya.

 

Nyamuk meletakkan telurnya di dalam dan di dekat air dalam ember, mangkuk makanan binatang peliharaan, pot / vas bunga. Nyamuk aedes tersebut agresif menggigit pada siang hari, namun dapat juga menggigit pada malam hari.

 

 

 

PENULARAN DARI IBU HAMIL KE BAYI

Wanita hamil dapat menularkan virus Zika ke janin selama dalam kandungan. Virus Zika dapat menyebabkan mikrosefali  (pengecilan tengkorak kepala dan juga penciutan otak)  dan cacat otak janin lainnya.  Wanita hamil yang terinfeksi virus Zika dapat menularkan virus tersebut ke janinnya selama masa kehamilan atau sekitar waktu kelahiran. Saat ini, belum ada bukti bahwa seorang bayi terinfeksi virus Zika melalui ASI ibu yang terinfeksi. Dan karena manfaat ASI yang luar biasa, semua ibu harus selalu didukung untuk memberikan ASI ekslusif pada bayi mereka.

 

           

 

PENULARAN MELALUI HUBUNGAN SEKSUAL

 

Virus Zika juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual dari seseorang yang terinfeksi ke patner seksual mereka, bahkan pada saat orang yang terinfeksi tersebut tidak menunjukkan gejala pada waktu itu.

 

 

 

 

PEMERIKSAAN DAN PENCEGAHAN

 

Pemeriksaan laboratorium sederhana biasanya hanya menunjukkan penurunan kadar sel darah putih seperti umumnya infeksi virus lainnya. Berbeda dengan infeksi demam berdarah, infeksi virus Zika tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit. Sekilas infeksi virus Zika hampir mirip dengan virus Dengue sehingga adanya infeksi ini sering kali tidak terdeteksi karena umumnya gejalanya ringan.

 

 

 

Pencegahan yang dianjurkan pun sama seperti pencegahan infeksi demam berdarah, yaitu pemberantasan sarang nyamuk dengan kembali menggalakan 3 M (Mengubur, Menguras dan Menutup). Hal ini guna menghilangkan sumber penyebar virus, yaitu nyamuk Aedes Aegypty.

 

 

Saat ini vaksin untuk virus Zika masih belum ditemukan. Pengobatan yang diberikan lebih bersifat suportif seperti istirahat yang cukup, banyak minum air putih, jika timbul demam minum obat penurun panas, dan menjaga kesehatan makanan.

 

 

 


Ketika bepergian ke area dimana virus Zika mewabah, lakukan langkah berikut:

  • Kenakan baju lengan panjang dan celana panjang.
  • Berada di tempat ber-AC atau yang memiliki jendela dan pintu agar nyamuk tidak bisa masuk.
  • Tidurlah dengan kelambu.
  • Gunakan anti serangga, ikuti instruksi penggunaannya pada label. Kembali gunakan anti serangga seperti yang diarahkan. Jangan gunakan semprot anti serangga di kulit di bawah pakaian. Bila menggunakan tabir surya, gunakan sebelum menggunakan anti nyamuk
  • Untuk bayi:
    1. Jangan gunakan anti serangga pada bayi dengan usia kurang dari 2 bulan.
    2. Pakaikan baju yang menutup lengan dan kaki atau tutup kereta bayi dengan kelambu.
    3. Jangan gunakan anti serangga pada tangan, mata, mulut, dan kulit anak yang luka atau iritasi.
    4. Gunakan anti serangga pada tangan Anda lebih dulu lalu aplikasikan pada tubuh anak.

 Sumber :

https://www.cdc.gov/zika/

 

dr. Ariska Budiman

 

 

Visitors Counter

619949
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
458
879
1337
612520
16269
26039
619949

Your IP: 54.90.92.204
Server Time: 2017-12-18 08:44:53

Guests Online

We have 20 guests and no members online