Berita

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA Kembali Menggelar Sosialisasi Edukasi Tuberkulosis Dalam Rangka Menyambut Hari Kesehatan Nasional

Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional, Tim Promosi Kegiatan Rumah Sakit (PKRS) bersama dengan Tim Tuberkulosis (TB) RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA kembali menggelar sosialisasi edukasi tentang Tuberkulosis. Acara dilaksanakan pada hari Selasa, 6 November 2018 pukul 09.00 WIB di Ruang Tunggu Poliklinik Spesialis dan Foodcourt lantai 1. Sosialisasi ini diadakan dengan sasaran pengunjung Rumah Sakit.

Sosialisasi dibuka oleh dr. Muljadi Hartono, MPH selaku Direktur Medis dan Keperawatan, dilanjutkan sambutan drg. Yanto Hartono selaku Koordinator Seksi Ilmiah Panitia Peringatan HKN Ke-54 Tahun 2018 Kota Surakarta. Sebelum materi edukasi TB disampaikan, Tim Pengendalian dan Pencegahan Infeksi di Rumah Sakit (PPI di RS) memaparkan materi pertama tentang pentingnya melakukan cuci tangan dan etika batuk. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan TB. Seluruh Tim PKRS dan Tim TB mengajak peserta sosialisasi untuk mempraktikkan 6 langkah cuci tangan dan etika batuk bersama-sama.

 

Usai praktik bersama, berlanjut pada materi kedua yaitu pemaparan tentang Tuberkulosis oleh Tim TB. Dalam pemaparan tersebut menyampaikan mengenai gambaran penyakit TB, cara penularan, cara pencegahan, serta cara pengobatan TB. Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta.

 

Sekitar 50 pengunjung Rumah Sakit di Ruang Tunggu Poliklinik Spesialis dan Foodcourt lantai 1 mengikuti sosialisasi tersebut. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat akan pentingnya bahaya TB, pengobatan serta pencegahan yang harus diketahui.

Sebelumnya Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini pernah menggelar sosialisasi dan edukasi serupa di Kelurahan Tegalharjo mengacu pada program TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh) yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan. Hal ini diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk turut serta menemukan kasus-kasus TB baru yang ada di lingkungan sekitar dan memantau pengobatannya hingga tuntas.