Berita

Mengajak Ngobrol Janin Ternyata Berpengaruh dalam Proses Mencetak Generasi Emas

Bertepatan dengan Hari Ibu pada 22 Desember 2018 ini, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA menggelar seminar awam bertema "Peran Ibu dalam Mencetak Generasi Emas." Seminar ini menyasar tidak hanya kalangan ibu, namun juga para ayah dan juga calon ibu. Acara diselenggarakan di Ruang Museum dr. Oen, Lantai 1 Gedung Twin Towers mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 dibuka dengan sambutan oleh dr. William Tanoyo, M.Kes selaku Direktur Utama RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA. Pada sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang hadir dan juga memaparkan profil Rumah Sakit secara singkat. Sambutan dilanjutkan dengan Ibu Ida Angklaita, S.KM., M.Si, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta mewakili Kepala DKK yang berhalangan hadir.

Kegiatan selanjutnya yaitu pemaparan materi yang pertama yang dibawakan oleh dr. Supanji Raharja, Sp. OG (K), yang merupakan Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan. Beliau menyampaikan tentang Peran Ibu dalam Mencerdaskan Anak Sejak dalam Kandungan. Persiapan untuk mencetak generasi emas perlu dilakukan sejak masa pra nikah, pada masa kehamilan, masa persalinan, pasca persalinan, saat perawatan bayi, dan saat usia sekolah. Beliau juga memaparkan pentingnya melaksanakan Ultrasonografi (USG) pada masa kehamilan.

Selain melaksanakan USG dan pemeriksaan rutin, faktor lain yang berpengaruh dalam pembentukan kecerdasan anak adalah dengan mengikuti senam hamil serta pemberian nutrisi seimbang untuk ibu hamil. Mengajak janin berbicara atau mengobrol juga berpengaruh untuk perkembangan psikologis anak sejak dalam kandungan.

Materi kedua disampaikan oleh Ibu Gretty Henofela H, S. Psi, M.Psi, beliau merupakan Psikolog di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA. Dalam penjelasannya beliau menyampaikan tentang Peran Penting Ibu pada Usia Emas Anak. Pada usia emas, kematangan fungsi fisik dan psikis anak mulai terlihat. Saat anak berusia 0-5 tahun merupakan masa yang tepat untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio-emosional, agama, dan moral. Peran ibu sangat besar dalam proses perkembangan anak karena ibu merupakan sosok yang memiliki kedekatan emosional kepada anak.

Antusias terlihat dari peserta yang mengajukan pernyataan pada sesi tanya jawab. Setidaknya terdapat 5 peserta yang mengajukan pertanyaan pada kedua pemateri. Ibu Hani Nurhayati, seorang ibu dari putri kembar 3 mengajukan pertanyaan kepada pemateri pertama tentang perbaikan pola hidup sebelum hamil apakah dapat mempengaruhi jumlah anak kembar. dr. Supanji menjawab bahwa faktor anak kembar lebih dipengaruhi oleh keturunan dan manipulasi kandungan misalnya program bayi tabung.

Setelah tanya jawab berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video inspiratif dan pembacaan narasi berjudul Ibuku Malaikatku oleh Ibu Pudji Setijani, Amd. Keb dan penyerahan plakat bagi pembicara serta doorprize bagi peserta. Acara ditutup pada pukul 11.00 WIB dengan hospital tour, dimana peserta seminar awam diajak untuk mengunjungi unit pelayanan di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA yang berhubungan dengan kesehatan Ibu dan Anak.