Berita

Masih dalam Peringatan Hari TB Sedunia, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA Gelar Sosialisasi Edukasi untuk Mewujudkan Indonesia Bebas TB 2050 di Kelurahan Tegalharjo

Dalam rangka Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, Tim TB bersama dengan Tim Promosi Kegiatan Rumah Sakit (PKRS) RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA menyelenggarakan acara sosialisasi edukasi yang bertajuk Edukasi TB dan Etika Batuk bagi masyarakat. Acara dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Maret 2018 pukul 15.30 WIB di Kelurahan Tegalharjo. Sosialisasi ini diadakan dengan sasaran masyarakat sekitar Rumah Sakit yang berada di kelurahan Tegalharjo.

Sekitar 30 peserta menghadiri sosialisasi tersebut. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat akan pentingnya bahaya TB yang harus diketahui. Sebelum materi edukasi TB disampaikan, Tim TB memaparkan tentang pentingnya melakukan cuci tangan dan etika batuk untuk mencegah penularan TB.

Seluruh Tim TB mengajak warga untuk mempraktikkan 6 langkah cuci tangan dan etika batuk bersama-sama. Usai praktik bersama, pemateri dari Tim TB menyampaikan mengenai gambaran penyakit TB, cara penularan, cara pencegahan, serta cara pengobatan TB. Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta. Program TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh) yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk turut serta menemukan kasus-kasus TB baru yang ada di lingkungan sekitar dan memantau pengobatannya hingga tuntas. Pelaksanaan sosialisasi edukasi TB dalam Peringatan Hari TB Sedunia tahun 2018 yakni “Peduli TBC, Indonesia Sehat” termasuk dalam momentum Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas TB 2050 dimana kesadaran masyarakat tentang bahaya TB meningkat dan mendorong pasien TB agar berobat hingga sembuh.

Partisipasi RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA dalam Peringatan Hari Tuberkulosis (TB) yang Digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta

Ratusan orang mengenakan pakaian berwarna merah memenuhi area Rumah Dinas Walikota Surakarta, Loji Gandrung, pada hari Minggu, 25 Maret 2018 sekitar pukul 06.15 WIB. Di hari tersebut, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta menyelenggarakan acara Peringatan Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret. Di atas panggung, Walikota Surakarta, Bapak FX Hadi Rudyatmo tengah memberikan sambutan yang didampingi oleh Kepala DKK Surakarta, Ibu dr. Hj. Siti Wahyuningsih, M.Kes. Sebelumnya, Direktur Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta, dr. Yudhaputra Tristanto, M.Kes juga menyampaikan sambutannya.

Acara ini dihadiri oleh Walikota, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot, serta puluhan instansi kesehatan yang berada di Kota Surakarta. RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam memeriahkan acara tersebut. Direktur Utama Rumah Sakit, dr. William Tanoyo, M.Kes tampak sporty mengenakan setelan olahraga berwarna merah putih serta topi berwarna senada, bersama dengan lima staf Rumah Sakit dari bagian Rekam Medis & Informasi Kesehatan (RMIK) dan Pendaftaran yang kompak mengenakan blangkon.

Dilansir dari situs surakarta.go.id, dalam sambutannya, Walikota menghimbau warga Surakarta untuk bersama-sama mencegah penyebaran penyakit TB dengan cara menciptakan lingkungan yang bersih. Hal tersebut dilakukan agar ke depannya anak cucu kita bisa menikmati udara dan lingkungan yang sehat. Pada acara tersebut juga dijelaskan mengenai Gerakan Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TB) yang menjadi program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Usai sambutan dari Walikota, acara dilanjutkan dengan bersepeda bersama. Sekitar pukul 07.15 WIB, Walikota mengibarkan bendera start memberangkatkan rombongan peserta sepeda sehat dari jajaran OPD, instansi kesehatan di Kota Surakarta, Forum Anak Surakarta, dan masyarakat Kota Surakarta. Rombongan bergerak dari Loji Gandrung menuju ke gedung BBKPM di daerah Jajar, Laweyan, Surakarta.

Kupas Tuntas Perlindungan Staf Rumah Sakit dari Permasalahan Hukum dalam Diskusi bersama Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) DIY

Meruaknya kasus kelalaian hukum di instansi pelayanan kesehatan yang melibatkan karyawan instansi tersebut di media massa membuat RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA berinisiatif untuk mendiskusikan permasalahan tersebut dari berbagai aspek. Bekerja sama dengan Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (MHKI DIY), Rumah Sakit menggelar acara diskusi bertema “Perlindungan Hukum terhadap Staf Rumah Sakit terkait Isu Kelalaian”. Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan pemateri dari konsultan hukum dan mediator profesional di Yogyakarta yaitu Bapak Banu Hermawan, SH., M.H.Li.

MHKI DIY merupakan organisasi yang bertujuan turut berpartisipasi dalam penyebarluasan pemahaman tentang hukum kesehatan kepada masyarakat. Penyelenggaraan diskusi merupakan kegiatan rutin MHKI DIY dan karena salah satu karyawan Rumah Sakit aktif dalam kepengurusan MHKI DIY sebagai wakil sekretaris, maka pada tahun ini Rumah Sakit mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan diskusi dengan memboyong pengurus serta anggota MHKI DIY periode 2015-2018 ke Surakarta. Diharapkan dengan dilaksanakannya diskusi ini, staf Rumah Sakit dapat meminimalisir kelalaian saat melakukan tugas pelayanan sehingga kualitas pelayanan Rumah Sakit semakin meningkat.

Diskusi ini diikuti oleh pengurus serta anggota MHKI, jajaran Direksi, dan struktural Rumah Sakit. Perwakilan dari Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit juga turut berpartisipasi dalam acara ini. Rumah Sakit bersama MHKI menggelar acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi perihal perlindungan hukum terhadap karyawan instansi pelayanan kesehatan, membahas isu-isu pelanggaran hukum di rumah sakit dan mencari tahu bagaimana mencegahnya, serta mengajak tenaga pelayanan kesehatan untuk berdiskusi mengenai permasalahan selama melayani dan bersama-sama mencari solusinya.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Panti Kosala secara bersama-sama. Dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Utama Rumah Sakit, dr. William Tanoyo, M.Kes yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemateri dan MHKI DIY. Ketua MHKI DIY, Bapak M. Endriyo Susila, S.H, MCL juga menyampaikan sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit yang telah mengundang MHKI DIY serta memperkenalkan peserta dari MHKI DIY yang hadir pada acara tersebut. Beliau mengatakan bahwa anggota MHKI terdiri dari berbagai unsur profesi, seperti dosen, praktisi kesehatan, staf rumah sakit, dan pengacara.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi bertajuk Perlindungan Hukum bagi Rumah Sakit dan Staf dalam Pelayanan Kesehatan oleh Bapak Banu Hermawan, SH, M.H.Li. Dalam sesi ini, beliau memaparkan faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan permasalahan atau sengketa medis. Faktor-faktor tersebut meliputi perbedaan logika dokter dengan pasien, kejadian tidak diharapkan (KTD), perbuatan tidak patut, penyampaian informed consent yang tidak jelas, informasi biaya yang tidak jelas, pasien tersinggung dengan cara terapi, komunikasi yang buruk, dan kecurigaan pasien atas hasil pemeriksaan. Beliau juga juga menyampaikan jenis tanggung jawab hukum dalam pelayanan kesehatan.

Setelah materi selesai dipresentasikan, sesi diskusi dimulai. Diskusi dibuka oleh Bapak B. Agung Sulistyo, S.H, M.H.Kes dari pengurus MHKI DIY yang didapuk sebagai moderator. Sepanjang acara berlangsung, peserta secara interaktif saling memberikan tanggapan atas permasalahan-permasalahan yang dibicarakan. Berkolaborasi dengan Bapak Banu Hermawan, Bapak Endriyo juga turut memberikan solusi terhadap problematika tersebut.

Pada diskusi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut, setidaknya sebanyak sepuluh permasalahan mengenai perlindungan hukum bagi staf rumah sakit dan peraturan tentang perumahsakitan dibahas dengan tuntas. Salah satunya saat pembahasan topik bagaimana langkah yang diambil rumah sakit bila kelalaian staf rumah sakit masuk dalam kasus hukum, Bapak Banu Hermawan dengan tegas menyatakan bahwa instansi kesehatan harus tetap mendampingi staf dalam memperoleh perlindungan hukum dan mempertanggungjawabkan kesalahannya.

Memperingati Hari TB Sedunia, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA Gelar Sosialisasi Edukasi untuk Mewujudkan Indonesia Bebas TB 2050

 

        Dalam rangka Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, Tim TB bersama dengan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA menyelenggarakan acara sosialisasi edukasi yang bertajuk Edukasi TB dan Etika Batuk bagi Pengunjung Rawat Jalan. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 pukul 09.00 WIB di Ruang Tunggu Poliklinik Spesialis.

          Sosialisasi ini diadakan dengan sasaran pasien serta keluarga pasien yang berada di poliklinik rawat jalan. Setidaknya sebanyak 70 peserta menghadiri sosialisasi tersebut. Selain untuk memperingati Hari TB Sedunia, Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini mengadakan sosialisasi dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat seputar penyakit TB.

          Sebelum materi edukasi TB disampaikan, Ibu Ari Lestari Wijayanti, AMK memaparkan materi tentang pentingnya melakukan cuci tangan dan etika batuk untuk mencegah penularan TB. Beberapa perawat yang terlibat dalam acara tersebut mengajak para pasien dan keluarga pasien untuk mempraktikkan 6 langkah cuci tangan dan etika batuk bersama-sama. Usai praktik bersama, Ibu Rosinta, AMK selaku pemateri menyampaikan mengenai gambaran penyakit TB, cara penularan, cara pencegahan, serta cara pengobatan TB. Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta.

          Penanggulangan penyakit TB sendiri termasuk dalam program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digalakkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, salah satu dari 12 indikator capaian keluarga yang diharapkan adalah penderita TB Paru mendapatkan pengobatan sesuai standar. Selaras dengan tema Hari TB Sedunia tahun 2018 yakni “Peduli TBC, Indonesia Sehat”, Rumah Sakit membangun peran penting keluarga untuk mewujudkan Indonesia Bebas TB 2050 dengan mensosialisasikan gerakan TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis).