Berita

Edukasi tentang ASI, Komitmen RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA untuk Mendukung Pemberian ASI Eksklusif pada Buah Hati

Memperingati pekan ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Agustus 2018, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA mengadakan kegiatan penyuluhan bagi Ibu hamil di Ruang Dharmo Husodo. Dipandu oleh perwakilan Bidan dari lantai 6 Utara dan KIA (Klinik Ibu dan Anak), acara dimulai pada pukul 10.30 diawali oleh pengenalan Inisiasi Menyusu Dini atau IMD, kemudian dilanjutkan dengan teknik menyusui yang benar dan teknik penyimpanan ASI yang tepat.

Menjadi Ibu merupakan sebuah anugerah, memberikan yang terbaik untuk anak menjadi hal yang perlu diperjuangkan. Termasuk dalam pemberian ASI untuk sang buah hati. Pemberian ASI ekslusif di era modern saat ini mempunyai banyak tantangan, terutama bagi Ibu yang bekerja. Kesibukan bekerja dan rutinitas yang padat membuat Ibu sering menyerah dan memilih untuk tidak memberikan ASI untuk sang buah hati. Pada penyuluhan kali ini dijelaskan tentang teknik menyusui dengan benar. Kunci dalam menyusui adalah pelekatan yang benar. Pelekatan dilakukan agar bayi dilakukan dengan cara dagu bayi menempel ke payudara ibu, dan aerola (daerah yang berwarna gelap pada bagian puting payudara) bisa masuk ke dalam mulut bayi, dan bibir bayi terlipat keluar. Pelekatan yang benar membantu Ibu agar tidak mengalami luka/ lecet pada bagian payudara dan bayi mendapatkan asupan gizi dari ASI secara maksimal. Bagi ibu-ibu pekerja, saat ini ada berbagai fasilitas yang tersedia agar Ibu dapat terus memberikan ASI untuk sang buah hati. Ibu yang bekerja mempunyai hak untuk memerah ASI dikantor. Sebagai contoh bidan, perawat, tenaga kesehatan mapaun non kesehatan di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA walaupun bekerja dengan sistem shift, mereka tetap dapat menyimpan ASI untuk diberikan pada sang buah hati. Beberapa hal yang dipaparkan dalam penyuluhan ini yaitu pemilihan tempat penyimpanan ASI, cara memerah ASI baik dengan alat bantu maupun dengan tangan, penyimpanan ASI yang tepat, dan teknik pijat oksitosin yang berguna meningkatkan produksi ASI. RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA berkomitmen terhadap pemberian ASI dengan menyediakan ruang menyusui bagi Ibu-Ibu yang hendak menyusui.

 

Soft Opening Laboratorium Kateterisasi Jantung (Cath Lab) sebagai Bentuk Peningkatan Pelayanan RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

Guna meningkatkan pelayanan, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA membuka pelayanan laboratorium kateterisasi jantung (Cath Lab) pada Sabtu, 4 Agustus 2018. Acara ini diselenggarakan di Dokter Lounge Rumah Sakit. Soft Opening Cath Lab diawali dengan syukuran yang dihadiri oleh pejabat struktural Rumah Sakit dan perwakilan dokter spesialis. Pembawa acara, dr. Muljadi Hartono, MPH memimpin jalannya syukuran mulai pukul 08.00 WIB. Operasional Cath Lab didasari atas kebutuhan pelayanan yang harus segera dilakukan mengingat di Solo Raya baru ada satu rumah sakit yang menyediakan pelayanan kateterisasi jantung selain di Rumah Sakit yang berusia 85 tahun ini.

Syukuran dibuka dengan sambutan dari dr. William Tanoyo, M.Kes selaku Direktur Utama Rumah Sakit. Kemudian, dr. Heru Sulastomo, Sp. JP. FIHA sebagai Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Cath Lab menyampaikan sambutannya dan dilanjutkan dengan doa bersama agar soft opening ini berjalan dengan lancar.

Memasuki acara inti, dr. William Tanoyo, M.Kes memotong tumpeng sebagai simbol dioperasionalkannya fasilitas baru di Rumah Sakit di bawah naungan YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada  dr. Heru Sulastomo, Sp. JP. FIHA. Acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah.


Setelah prosesi pemotongan tumpeng, diadakan juga simulasi penggunaan Cath Lab. Simulasi yang dilakukan di Cath Lab yang terletak di Lantai 1 Gedung Twin Towers ini menghadirkan para perawat dan petugas. Simulasi diawali dengan cuci bersih seluruh area tubuh pasien. Beberapa perawat juga terlihat stand-by di Ruang Operator Cath Lab.

Kateterisasi jantung diawali dengan tusukan jarum kecil pada pembuluh darah, seperti tangan, siku atau lipat paha. Kemudian alat kateter dimasukkan ke pembuluh darah dan dokter mulai menyuntikan zat kontras yang akan mengikuti aliran darah. Selanjutnya, perjalanan zat kontras tersebut dapat diobservasi dengan menggunakan monitor yang tersedia. Melalui simualsi ini, kondisi pembuluh darah serta jantung dapat diketahui secara langsung dan dapat juga diberikan pengobatan ataupun tindakan medis yang diperlukan.

 

Di akhir sesi simulasi, dilakukan juga simulasi kegawatdaruratanuntuk mengetahui response time tim kode biru yang bertanggung jawab di ruang Cath Lab. Acara berakhir pukul 10.00 WIB. Selain soft opening yang menandakan dibukanya operasional Cath Labini, Rumah Sakit akan mengadakan acara peresmian Cath Lab bersamaan dengan seminar bertema penyakit jantung pada awal bulan September mendatang.

 

Seminar Keperawatan DPK PPNI RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA “Update Peran dan Kompetensi Perawat dalam Manajemen Kegawatdaruratan dan Bencana”

Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA menyelenggarakan seminar keperawatan bertajuk “Update Peran dan Kompetensi Perawat dalam Manajemen Kegawatdaruratan dan Bencana” pada 5 Agustus 2018 bertempat di Balai Krida Husada, Poltekkes Kemenkes Surakarta. Sebelumnya, DPK PPNI RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA telah mengikuti beberapa kegiatan yakni Lomba Paduan Suara dan Wound Care (Perawatan Luka) antar rumah sakit dan akademi keperawatan se-Surakarta yang dilaksanakan pada bulan April 2018 dan memenangkan kejuaraan sebagai Juara I.

Seminar keperawatan ini diikuti oleh kalangan umum dan tenaga kesehatan yakni perawat dan mahasiswa sekolah tinggi kesehatan yang berkeinginan mendapatkan informasi terkait kompetensi dan tema seminar secara lebih rinci. Tujuan diselenggarakan seminar ini guna meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan khususnya perawat dalam menangani kegawatdaruratan bencana.

 

 

 

Seminar ini menghadirkan pembicara dari berbagai perwakilan, yang pertama Ketua DPD PPNI Kota Surakarta, Suminanto, S.Kep.Ns. yang memaparkan materi tentang “Dimensi Etiko Legal Pelayanan Gawat Darurat dan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)”, yang kedua Addi Mardhi H.,M.N., Ketua Bidang Pelatihan di DPD PPNI Kota Surakarta dan merupakan alumni AKPER PANTI KOSALA yang bernaung dibawah YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA memaparkan materi tentang “Peran dan Kompetensi Perawat dalam Bidang Kegawatdaruratan Bencana”, dan yang terakhir adalah Ketua DPK PPNI dan Praktisi Senior Unit Ambulans RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA, Imam Subekti, S.Kep. yang memaparkan materi tentang “Standar Keselamatan Transportasi”.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB yakni registrasi ulang para peserta yang dilanjutkan pembukaan serta doa dan penyampaian materi safety briefing. Selanjutnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disusul alunan suara merdu dari Paduan Suara DPK PPNI RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA yang menyanyikan Mars PPNI, Hymne Panti Kosala dan ditutup dengan lagu Cublak-cublak Suweng.

 

 

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, Sularno, S.Kep yang disusul sambutan kedua oleh Ketua DPD PPNI Kota Surakarta dan yang paling utama sambutan serta pembukaan seminar oleh Direktur Utama RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA, dr. William Tanoyo, M.Kes. Sebelum acara utama dimulai, para tamu undangan dan pembicara berfoto bersama mengabadikan momentum seminar keperawatan kali ini.

 

Memasuki acara utama yakni pemaparan materi, materi pertama tentang “Dimensi Etiko Legal Pelayanan Gawat Darurat dan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)” yang memaparkan peran dan strategi perawat dalam mengimplementasikan asuhan kegawatdaruratan bencana, kemudian tugas dan kewenangan tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan pada bencana dan peraturan perundangan yang berkaitan.

 

Materi kedua “Peran dan Kompetensi Perawat dalam Bidang Kegawatdaruratan Bencana” mengenai kompetensi-kompetensi yang wajib dimiliki oleh perawat dalam menangangi bencana, kemudian membahas mengenai bencana yang terjadi di Indonesia dan dunia secara luas dan peran tenaga kesehatan didalamnya.

 

 

Materi ketiga tentang “Standar dan Keselamatan Transportasi” yang membahas prinsip-prinsip dalam merujuk pasien, prinsip-prinsip dalam memindahkan pasien, kemudian memaparkan teknik-teknik dalam memindahkan pasien dalam kondsi bencana secara tepat.

 

Peserta menyimak materi yang disampaikan oleh pembicara kemudian acara dilanjutkan sesi tanya jawab dan diakhir acara dibagikan door prize bagi para peserta yang beruntung. Seminar ini berakhir pada pukul 13.00 WIB.

 

Semarak Penampilan Generasi Genius, Waras, Wasis, dan Mapan dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2018 oleh Pemerintah Kota Surakarta

Hari Minggu pagi yang cerah tanggal 5 Agustus 2018, pelataran Benteng Vastenburg Surakarta tampak dipenuhi oleh ratusan anak mulai dari siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemerintah Kota Surakarta rupanya tengah menyelenggarakan pentas seni dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018.

Acara ini dihadiri oleh setidaknya 2500 anak, pendamping, dan tamu undangan. Direktur Utama RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA, dr. William Tanoyo, M.Kes, dan Kepala Seksi Sekretariat, Hukum, Humas dan Marketing, Anastasia Lina D.N, S.KG., MH.Kes, tampak menghadiri acara ini dan duduk di kursi tamu undangan. Rumah Sakit di bawah naungan YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini turut mendukung jalannya acara dengan memberikan bingkisan berupa perlengkapan pendukung belajar anak sebagai bentuk kepedulian Rumah Sakit terhadap anak-anak generasi genius di Kota Surakarta.

Mengusung tema utama HAN 2018 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yakni GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat), Pemkot Surakarta berupaya mewujudkan anak Kota Surakarta yang waras ragane, wasis bocahe, lan mapan budi pekertine. Sub tema ini merujuk pada harapan pemerintah agar anak-anak memiliki tubuh yang sehat, menjadi anak yang pandai, dan berbudi pekerti yang baik. Peringatan HAN 2018 ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengajak seluruh masyarakat mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberi jaminan pemenuhan hak anak tanpa kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.

Mengawali acara, ditampilkan pawai anak dari berbagai kelurahan dan sekolah di Kota Surakarta, sendratari, serta kolaborasi musik dan lagu. Pukul 09.00 WIB, Walikota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo, bersama Wakil Walikota Surakarta, Dr. H. Achmad Purnomo, Apt, hadir di lokasi acara dan beramah tamah dengan masyarakat. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang sesaat setelah Walikota dan Wakil Walikota Surakarta menuju tempat duduknya.

Acara dilanjutkan dengan doa dari 6 agama di Indonesia. Usai doa bersama, Walikota menyerahkan hadiah kepada juara perlombaan yang diadakan oleh Forum Anak Surakarta sebelumnya. Dalam sambutannya, Pak Rudy menyampaikan bahwa selain gesit, berempati, berani, unggul, dan sehat, anak-anak Kota Surakarta harus bersifat enerjik, nasionalis, berintegritas, dan sopan. Beliau juga sempat mengajak hadirin untuk menyanyikan Mars PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) bersama-sama. Usai sambutan Walikota, putra-putri Surakarta kembali menunjukkan bakat kesenian mereka hingga acara selesai.