Berita

Semarak Peringatan Hari Kartini dan Penyerahan Pin Emas untuk Para Pahlawan yang 20 Tahun Mengabdi di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

Tanggal 21 April selalu identik dengan peringatan pengabdian luhur pahlawan Indonesia dalam menjunjung hak emansipasi wanita, yakni Raden Ajeng Kartini. RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA tak ingin ketinggalan dalam memperingati momentum ini. Pada hari Sabtu, 21 April 2018, karyawan Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini tampil beda dengan berdandan mengenakan beragam pakaian adat daerah Indonesia.

 

Tidak hanya karyawan Rumah Sakit yang langsung memberi pelayanan kepada pasien, karyawan yang bertugas di area back office pendukung pelayanan pun memakai setelan pakaian adat lengkap. Ada yang mengenakan kebaya dan bersanggul, pakaian adat betawi, Sumatera Barat, Papua, Bali, Aceh, dan masih banyak lagi.

 

Momen pemakaian pakaian adat rutin dilaksanakan oleh Rumah Sakit milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini setiap tahun pada tanggal 21 April. Selain bertujuan untuk menanamkan semangat perjuangan RA Kartini dalam melaksanakan tugas pelayanan di Rumah Sakit, hal ini dilaksanakan juga untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya tanah air. Rupanya, berdandan memakai pakaian adat ini bisa mendatangkan suasana baru di tengah-tengah pekerjaan mereka. "Kapan lagi saya melayani pelanggan sambil pakai beskap dan blangkon? Rasanya seru sekali melihat atmosfer yang berbeda dari hari-hari biasanya," ujar salah satu karyawan yang bertugas di bagian Pusat Informasi.

Pada peringatan Hari Kartini tahun ini, Rumah Sakit juga menggelar acara penyerahan pin emas kepada karyawan yang telah mengabdi selama 20 tahun di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA. Acara penyerahan pin emas dilaksanakan di Ruang Triganda A, Lantai 3 Gedung Twin Towers. Sebanyak 30 karyawan mulai dari bagian keperawatan, gizi, keuangan, laundry, sarana prasarana, hingga keamanan menerima pin emas.

Direktur Medis dan Keperawatan, dr. Muljadi Hartono, MPH, dalam sambutannya saat mewakili Direktur Utama menyampaikan bahwa kebetulan sekali acara ini bertepatan dengan momen peringatan Hari Kartini. Seperti halnya Kartini yang kita kenal sebagai pahlawan, karyawan yang telah mengabdi selama puluhan tahun juga bisa disebut sebagai pahlawannya Rumah Sakit. Beliau juga mengatakan Jajaran Direksi merasa bangga atas kerja keras dan pengabdian para karyawan senior. Direksi berharap, semoga karyawan senior dapat mentransformasikan pengalamannya dalam melayani kepada karyawan junior.

Pin emas merupakan wujud penghargaan dari Rumah Sakit kepada karyawan yang mengabdikan diri secara tulus dan tanpa pamrih. Pin emas yang diserahkan berbentuk logo RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA. Diiringi alunan lagu Hymne Panti Kosala, jajaran Direksi menyerahkan pin kepada karyawan yang mulai bekerja sejak tahun 1998 satu persatu dengan cara memasangkan ke dada sebelah kiri.

 Salah satu karyawan yang menerima pin emas, Ibu Indri Setyowati, AMK dari bagian ICU/ ICCU, menyampaikan kesan selama bekerja di Rumah Sakit. Beliau mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan perhatian yang diberikan oleh Rumah Sakit. Bu Indri lalu sedikit bercerita mengenai perkembangan gedung Rumah Sakit yang dulunya masih merupakan bangunan sederhana, kini menjadi gedung yang megah dan berfasilitas lengkap.

Sebelum acara berakhir, seluruh peserta acara bersama-sama menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Kemudian karyawan penerima pin emas dan jajaran Direksi serta manajemen berfoto di panggung. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Suparyo (Bagian Keamanan). Acara selesai pukul 11.30 WIB.

Seminar & Gathering "Problematika Pelayanan Kesehatan di Era Keterbukaan Informasi" MHKI DIY

Hari Hemofilia Sedunia

Membangkitkan Semangat Pasien Stroke Menuju Sehat dalam Gathering Klub Stroke RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

Puluhan orang mengenakan kaos berwarna hijau tampak memenuhi area Pendapi Gedhe Balaikota Surakarta pada hari Sabtu, 14 April 2018. RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA menyelenggarakan Gathering Klub S3 DOS (Senam Sehat Stroke Dr. OEN SURAKARTA). Di tahun 2018, gathering ini mengangkat tema Bergerak Bersama Menuju Sehat dan Sejahtera. Klub Stroke merupakan salah satu perkumpulan dalam Klub Nusasweet di Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini. Klub Nusasweet terdiri dari Klub Stroke, Klub Asma, dan Klub Diabetes Mellitus. Selain itu, juga terdapat Klub Donor Darah Rumah Sakit.

Gathering Klub Stroke merupakan agenda rutin tahunan yang dikelola oleh Instalasi Rehabilitasi Medik (IRM). Acara ini diadakan sebagai salah satu upaya meningkatkan rasa kekeluargaan antar pasien stroke yang pernah dirawat di Rumah Sakit, keluarga pasien, para terapis, serta untuk melakukan senam stroke dengan suasana yang lebih menyenangkan. Melalui acara ini diharapkan dapat membuat peserta senam stroke merasa lebih terhibur serta membangkitkan semangat dan motivasi peserta untuk pulih dari penyakit stroke seperti sedia kala.

Acara gathering ini sudah berlangsung selama lima tahun dan tidak seperti biasanya, pada tahun kelima gathering dilaksanakan di luar gedung Rumah Sakit dengan harapan menambah keakraban serta semangat hidup anggota Klub Stroke. Selain itu acara ini terbuka untuk umum juga untuk memperkenalkan Klub Rumah Sakit kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui bahwa Rumah Sakit milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini memberikan pendampingan bagi penderita stroke mulai dari dirawat hingga proses pemulihannya.

Gathering dimulai sekitar pukul 08.00 WIB diawali dengan cek tensi peserta dan acara-acara seremonial. Direktur Utama Rumah Sakit, dr. William Tanoyo, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Pemerintah Kota Surakarta dan peserta gathering. dr. William bersama Walikota Surakarta, Bapak FX Hadi Rudyatmo memotong tumpeng dan menyerahkan kepada peserta yang telah lama tergabung dalam Klub Stroke.

Walikota Surakarta turut memberikan sambutannya. Dalam sambutannya beliau memberikan motivasi dan semangat untuk peserta dan keluarga yang mendampingi. Walikota juga mengundang Klub Stroke untuk mengadakan kegiatan di Loji Gandrung pada tahun berikutnya. Di Loji Gandrung, peserta akan diberikan fasilitas tempat dan bahkan disediakan pemeriksaan laboratorium 8 item dari Pemerintah Kota Surakarta.

Di akhir sambutannya, Bapak Rudy mengajak seluruh peserta gathering untuk menyanyikan lagu berjudul Bunda Piara yang diiringi oleh organ tunggal. Walikota berkeliling menghampiri peserta satu-persatu dan beberapa peserta diberi mic untuk bernyanyi. Suasana yang tadinya khidmat menjadi meriah bercampur haru biru. Beberapa peserta dan keluarga sampai menitikkan air mata karena sangat tersentuh.

Setelah menyampaikan sambutan dan menerima cinderamata dari Rumah Sakit, Walikota kemudian mengajak foto bersama seluruh peserta yang berada dalam acara tersebut. Peserta yang hadir sebanyak 135 orang, terdiri dari 33 dan pendamping 37 orang, tim IRM maupun dokter yang selalu mengampu yakni dr. Sandra Lestari W, Sp.RM dan dr. Retno W Sp.S, Tim P3K dr. Wangi Niko dan Yulius Fredy, serta staf Humas dan Marketing.

Peserta gathering juga menerima motivasi dan edukasi dari Kalbe mengenai cara pemilihan nutrisi yang baik agar kualitas hidup semakin meningkat. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti senam ringan yang dipimpin oleh terapis rehabilitasi medik Rumah Sakit. Untuk membangkitkan semangat peserta, panitia menggelar permainan memindahkan karet gelang dengan sedotan.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan. Suasana haru kembali menyeruak pada sesi hiburan ketika salah satu peserta menyanyikan lagu Sepanjang Jalan Kenangan, peserta lain ikut bernyanyi dan memeluk orang yang dikasihinya. Panitia dari IRM turut menyumbangkan penampilan dengan menyanyikan lagu Laskar Pelangi. Usai acara hiburan dan pembagian doorprize, sekitar pukul 11.30 WIB Gathering Klub Stroke ditutup.