Visi Misi

Jajaran Direksi

Jajaran Direksi

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

Direktur Utama : dr. William Tanoyo, MKes
Direktur Medis dan Keperawatan : dr. Muljadi Hartono, MPH
Direktur Administrasi Umum : dr. Andi Wibawanto, MPH
Direktur Keuangan : Dra. Sylvia Ratna Dewi

 

Jajaran Manajemen

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

Berdiri dari kiri :
Kepala Bidang Keperawatan : Sriyani Mugiarsih S.kep.Ns
Kepala Bidang RMIK : dr. Yudhie Chandra Rayon
Kepal Bidang Pelayanan Medis : dr. Mardiyah Hanief

Sejarah RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

  1. Tahun 1933
    Pada tanggal 29 Januari 1933 berdiri poliklinik kecil di sebuah paviliun sederhana di Jl Mesen 106 Solo, yang didirikan oleh Perkumpulan Hua Chiao Tsing Nien Hui (HCTNH). Poliklinik tersebut bernama Poliklinik Tsi Sheng Yuan (dibaca Dji Sheng Yuan) yang artinya Lembaga Penolong Kehidupan. Pelayanan di poliklinik Tsi Sheng Yuan ini masih terbatas pada pelayanan kesehatan dasar dan kandungan. Poliklinik inilah yang di kemudian hari menjadi cikal bakal berdirinya RS Dr. OEN Surakarta.
  2. Tahun 1935
    Pada tahun 1935 dr. Oen Boen Ing bergabung dengan poliklinik kesehatan Tsi Sheng Yuan
  3. Tahun 1942
    Pada awal 1942, Poliklinik Tsi Sheng Yuan banyak membantu Chineesche Burger Organisatie (CBO) & semasa pendudukan Jepang, poliklinik tersebut membantu Kakyo Sokai (Gabungan Organisasi-organisasi Tionghoa). Pada masa perang kemerdekaan, poliklinik berfungsi sebagai Rumah Sakit darurat untuk menampung para pejuang dan pengungsi yang menjadi korban pertempuran.
  4. Tahun 1949
    Pada tahun 1949 Poliklinik Kesehatan Tsi Sheng Yuan pindah ke jalan Warung Pelem no. 72, pelayanan yang diberikan bertambah dengan Klinik Bersalin.
  5. Tahun 1951
    Poliklinik Tsi Sheng Yuan dilepaskan dari Hua Chiao Tsing Nien Hui sehingga berdampak pada tidak adanya lagi subsidi keuangan untuk poliklinik tesebut.
  6. Tahun 1952
    Atas prakarsa dari dr. OEN BOEN ING yang mulai bergabung sejak 1935,pada tanggal 31 Agustus 1952 dibentuklah yayasan sebagai wahana untuk menampung kegiatan Poliklinik Tsi Sheng Yuan, dengan modal sumbangan dari tokoh masyarakat TIONG HOA Solo. Pengelolaan kegiatan poliklinik tersebut dilakukan oleh Jajasan Kesehatan Tsi Sheng Yuan.
  7. Tahun 1954
    Semenjak dikelola oleh Jajasan Kesehatan Tsi Sheng Yuan, perkembangan Poliklinik tersebut semakin pesat. Oleh karena itu, pada tahun 1954 yayasan mampu membeli tanah seluas ± 2 (dua) hektar di daerah Kandangsapi. Pembelian tanah tersebut merupakan langkah pertama menuju pembangunan Rumah Sakit yang lengkap, dimana pembangunannya dilaksanakan secara bertahap.
  8. Tahun 1955-1957
    Pengembangan pertama dimulai dengan pembangunan kantor dan ruang bedah. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ny. Phoa Tjong Kwan pada tahun 1955. Pada tahun 1957 ruang bedah sudah dapat digunakan oleh pasien.
  9. Tahun 1963
    Pada tahun 1963 dilaksanakan pembangunan gedung baru bernama Triganda. Nama Triganda diciptakan sebagai tanda terima kasih atas segala jasa dr. Oen Boen Ing dalam mengumpulkan dana untuk membiayai pembangunan gedung tersebut. Triganda diambil dari tanggal kelahiran dr. Oen pada 3-3-1903
  10. Tahun 1965
    Pada tanggal 28 Desember 1965, Jajasan Kesehatan Tsi Sheng Yuan berubah nama menjadi Jajasan Kesehatan Panti Kosala. Nama tersebut diambil dari bahasa Sansekerta dimana Panti yang berarti tempat dan Kosala yang berarti sejahtera/ teduh, sehingga Panti Kosala dapat diartikan sebagai tempat yang sejahtera/ teduh, yang dipakai sebagai motto rumah sakit Teduh Untuk Sembuh
  11. Tahun 1967
    Pada tanggal 10 Desember 1967 dibuka poliklinik baru, apotek dan laboratorium.
  12. Tahun 1969
    Pada bulan Februari 1969 dibuka poliklinik gigi.
  13. Tahun 1976
    Atas kesaksian beberapa tokoh masyarakat, antara lain: Domo Pranoto (mantan wakil ketua DPRGR), Soemari Wongsopawiro (mantan Walikota Surakarta), Sri Mangkoenagoro VIII, Soediro (Residen Surakarta 1946-1950), Mayjen Pol. (Purn) Drs. Ostenrijk Tjitrosunarjo, Murdijo Djungkung (mantan komandan Rayon II Sub Wehrkreise Ardjuna 106 Surakarta), dr. Moendarman dan S. Broto; pada tanggal 30 Oktober 1976 pemerintah RI menganugerahi penghargaan Satya Lencana Bhakti Sosial.
  14. Tahun 1980
    Pada tahun ini, terjadi pemberian gelar berupa Kangdjeng Raden Toemenggoeng (KRT) Oen Boen Ing Darmohoesodo kepada dr. Oen atas pengabdiannya yang tak pernah bersedia menerima imbalan jasa selama menjadi dokter di Keraton Mangkunegaran.
  15. Tahun 1983
    HUT ke 50 tahun RS Panti Kosala pada tgl 29 Januari 1983
    Selama kurun waktu ini Rumah Sakit Dr. OEN Surakarta terus berbenah diri dalam meningkatkan sarana dan prasarana untuk meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat Surakarta.
    Pada tanggal 30 Oktober 1982, dr. Oen Boen Ing meninggal dunia. Untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau, maka mulai 3 Maret 1983 (sesuai dengan tanggal kelahiran beliau 3 Maret 1903) lembaga kesehatan ini dinamakan Rumah Sakit Dr. OEN SURAKARTA.
  16. Tahun 1989
    Pada tahun ini Rumah Sakit mendapat penghargaan sebagai Rumah Sakit Umum Swasta Setingkat Kelas C dengan Penampilan Terbaik dalam Segi Manajemen RS dan Pelayanan Kesehatan
  17. Tahun 1993
    Pada tanggal 24 Januari 1993 gelar dr. Oen Boen Ing dinaikkan oleh Sri Paduka Mangkoenagoro IX menjadi Kangdjeng Raden Mas Toemenggoeng Hario (KRMTH) OBI Darmohoesodo.
  18. Tahun 1995
    Pada Tahun ini Rumah Sakit mendapatkan penghargaan "BABY FRIENDLY" dari organisasi kesehatan PBB
  19. Tahun 1996
    Rumah Sakit tahun 1996
  20. Tahun 1998
    Rumah Sakit mendapatkan Akreditasi dengan Status Akreditasi "Akreditasi Penuh"
    Gedung Rawat Jalan 3 (tiga) Lantai
  21. Tahun 2002
    Rumah Sakit Dr. OEN mulai memiliki gedung utama yang terdiri dari 3 (tiga) lantai. Rumah Sakit mendapatkan Akreditasi dengan Status Akreditasi "PENUH TINGKAT LANJUT"
  22. Tahun 2003-2004
    Tahun 2003 Rumah Sakit Dr. OEN Surakarta menjadi pelopor Rumah Sakit Swasta di Solo yang melayani pasien ASKES Sosial untuk Rawat Inap
    Tahun 2004 Rumah Sakit memperluas pelayanan pasien ASKES Sosial di bidang pelayanan Rawat Jalan
    Pada tahun 2004 Rumah Sakit mendapatkan penghargaan SCCI
  23. Tahun 2006
    Rumah Sakit Dr. OEN Surakarta menjadi Rumah Sakit Swasta Pertama dengan tipe B Non Pendidikan.
    Selain itu, Rumah Sakit Dr. OEN Surakarta juga mengembangkan pelayanan kesehatan untuk pasien Jamsostek dalam hal kecelakaan kerja (dimulai pada bulan Juli 2006)
  24. Tahun 2007
    Rumah Sakit membangun Gedung poli spesialis
    Pada tahun ini juga Rumah Sakit ikut serta dalam pilot project cuci tangan yang diselenggarakn oleh World Health Organization (WHO).
  25. Tahun 2010
    Pada Tahun 2010 Rumah Sakit Dr.OEN Surakarta telah terakreditasi dengan status akreditasi "PENUH TINGKAT LENGKAP"
  26. Tahun 2011-2013
    Pada tahun 2011-2013 Rumah Sakit mendapatkan Sertifikat Penghargaan sebagai Merek Terbaik Katergori Rumah Sakit (Solo Best Brand Index)
    Pada tahun 2013, RS Dr. OEN Surakarta juga mendapatkan penghargaan berupa "The Best of Solo Service Excellence Champion" dari SEA
  27. Tahun 2014
    Pada tahun ini RS kembali mendapatkan SBBI kategori Rumah Sakit Swasta seperti 3 tahun berturut-turut sebelumnya. Ini merupakan penghargaan keempat yang berturut-turut didapatkan oleh Rumah Sakit untuk kategori yang sama.Pada tahun ini, Rumah Sakit Dr. OEN Surakarta juga mendapatkan penghargaan "WOW Service Excellent Award" dari Mark Plus untuk kategori Rumah Sakit Umum dengan jumlah tempat tidur lebih dari 200.

 

Rencana Pencapaian Rumah Sakit

Atas penyertaan serta anugerah Tuhan yang maha kasih dan dukungan dari masyarakat Solo dan sekitarnya yang telah mempercayakan perawatan kesehatan di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA maupun berkat PENGURUS YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA yang berprinsip non profit, dimana semua hasil usaha setelah dikurangi untuk biaya operasional, tidak dibagikan kepada Pengurus Yayasan, tetapi untuk kepentingan pengembangan peningkatan pelayanan seperti pembangunan fisik, peningkatan peralatan medis, peningkatan kemampuan atau kompetensi sumber daya manusia akan membangun gedung twin tower dengan 7 lantai ke atas dan 2 lantai basement

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA terus berkembang seiring kepercayaan warga Surakarta dan sekitarnya yang telah memilih kami sebagai penyedia layanan kesehatan. Untuk tetap dapat memberikan pelayanan yang terbaik, maka di tahun 2014 ini RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA membangun gedung baru dengan konsep "Twin Tower". Persiapan pembangunan Twin Tower ini sudah dirintis sejak 2011 dan terus berjalan. Dengan dibangunnya Twin Tower ini, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA dapat meningkatkan jumlah kapasitas pasien dan juga jenis serta mutu pelayanan sehingga RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA dapat terus menjadi pilihan dalam pelayanan medis masyarakat Surakarta dan sekitarnya.

Yang diperkirakan penyelesaian pembangunan gedung baru Twin Tower tersebutakan selesai dan akan mulai dioperasionalkan pada bulan Oktober Tahun 2016. Oleh karena itu, mohon doa restu dan dukungan Bapak Ibu selama ini telah mempercayakan pelayanan kesehatannya pada RS Dr. OEN Surakarta.

 

Visi Misi

Visi

Menjadi institusi layanan kesehatan pilihan yang mandiri dan terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat.

 

Misi

  1. Melaksanakan upaya layanan kesehatan secara paripurna dan bermutu.
  2. Melaksanakan upaya layanan kesehatan yang terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, aliran kepercayaan, aliran politik, dan status sosial ekonomi.
  3. Melaksanakan upaya layanan kesehatan yang bersifat not for profit dan dikelola secara sosio-ekonomis.
  4. Mengembangkan sumber daya manusia.
  5. Menjunjung tinggi kode etik.

 

Penghargaan

4 Agustus 2016

Penghargaan diberikan oleh MARKPLUS kepada RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA
Sebagai
"The Champion of Solo WOW Service Excellence Award"
"Category : General Hospital (B Class)"

 

13 Oktober 2016

Penghargaan diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA
Sebagai
"RUMAH SAKIT TRAUMA CENTER TERBAIK 2016"

RS TRAUMA CENTER 2016

27 Juli 2017

Penghargaan diberikan oleh MarkPlus. Inc
"SERVICE PEOPLE OF THE YEAR 2017 CATEGORY GENERAL HOSPITAL "

 

Dr. Oen

Dr Oen Boen IngLatar Belakang

Oen Boen Ing dilahirkan dalam sebuah keluarga pedagang tembakau yang kaya raya, cucu seorang sinshe Tionghoa yang juga suka menolong banyak orang.

Karena pengaruh kakeknya itulah, ia kemudian dikenal sebagai dokter yang banyak membantu pasiennya, khususnya mereka yang tidak mampu membayar biaya dan ongkos membeli obat-obatan.

Sejak lulus sekolah menengah, Boen Ing sudah ingin mempelajari ilmu kedokteran Barat dan menjadi dokter. Namun, keinginannya ditentang keras keluarganya yang tidak ingin ia menjadi kaya dari penderitaan orang yang sakit.

Meskipun demikian, ia tetap bertekad mewujudkan cita-citanya untuk menjadi dokter dan mendaftarkan diri di School tot Opleiding van InlandscheArsten (STOVIA) di Batavia. Oen Boen Ing lulus pada tahun 1932.

 

Mulai Mengabdi

Nama Oen Boen Ing tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Rumah Sakit Panti Kosala yang dimulai sebagai sebuah poliklinik kecil yang bernama Tsi Sheng Yuan atau Jisheng Yuan pada 29 Januari 1933, di sebuah paviliun sederhana di Jl. Mesen 106, Solo.

Nama poliklinik itu berarti Lembaga Penolong Kehidupan. Poliklinik ini didirikan oleh delapan orang pemuda Tionghoa yang tergabung dalam Hua Chiao Tsing Nien Hui (disingkat HCTNH), yang artinya Perhimpunan Pemuda Tionghoa.

Mereka itu adalah Jap Kioe Ong,Tan Kiong Djien, The Tjhioe Tik, Sie Ngo Siang, Sie Boen Tik, Gan Kok Sien, Tan Tiauw An, dan Jap Tiang Liem.

Pada tahun 1935 Dr. Oen Boen Ing mulai terlibat dalam pelayanan klinik tersebut dan kemudian menjadi pemprakarsa berdirinya Yayasan Kesehatan Tsi Sheng Yuan, yang kemudian membentuk RS Panti Kosala. Hal ini terjadi sekitar tahun 1951, ketika Poliklinik Tsi Sheng Yuan dilepaskan dari HCTNH. Dr. Oen Boen Ing menganjurkan agar Tsi Sheng Yuan menjadi sebuah yayasan untuk menampung kegiatan poliklinik.

Rumah sakit yang didirikan oleh Yayasan Tsi Sheng Yuan ini biasa disebut sebagai Rumah Sakit Kandang Sapi, karena pada 1954 rumah sakit ini dipindahkan kedaerah Kandang Sapi / Mojosongo (sampai sekarang) dan menjadi rumah sakit lengkap. Pada masa Orde Baru, nama rumah sakit ini diubah menjadi RS Panti Kosala.

 

Ikut Berjuang

Sampai tahun 1942, poliklinik Tsi Sheng Yuan banyak membantu Chineesche Burger Organisatie (CBO) dan semasa pendudukan Jepang dikelola oleh Kakyo Sokai (Gabungan Organisasi-organisasi Tionghoa). Ketika perang kemerdekaan datang, poliklinik berubah fungsi menjadi rumah sakit darurat, menampung para pejuang dan pengungsi.

Menurut kesaksian Soelarso, Ketua Paguyuban Rumpun Eks Tentara Pelajar Detasemen II Brigade XVII, "...tanpa menghiraukan tembakan Belanda, Dr Oen keluar masuk wilayah TNI untuk mengobati para prajurit..."

 

Angka Tiga punya makna penting

Sebagai dokter, Oen Boen Ing terkenal tidak membeda-bedakan pasiennya, apapun juga kelompok etnis, suku, agama, dan kelas sosialnya. Bahkan pasien dibiarkannya mengisi ataupun tidak mengisi kotak uang yang terletak di ruang praktiknya secara sukarela. "Tugas seorang dokter adalah menolong," demikian semboyan kehidupan dan pelayanan Dr. Oen.

Selain itu, Dr. Oen selalu membuka praktiknya sejak pk. 3.00 dinihari. Konon ini dihubungkan dengan hari kelahirannya, 3 Maret 1903. "Maka semua karya saya sebaiknya dimulai dengan angka 3," begitu katanya. Angka tiga memang menjadi ciri kehidupan Dr. Oen Boen Ing.

Nomor telepon di rumahnya 3333. Bangunan pertama di Rumah Sakit Kandang Sapi yang didirikannya, dinamai Triganda, dan diresmikan pada 3 Maret 1963.

Ketika Dr. Oen meninggal dunia pada 1982, rakyat banyak sungguh merasakan kehilangan yang besar. Hal ini tampak dari kehadiran ribuan rakyat kecil kepadanya yang berdiri di tepi jalan untuk memberikan penghormatan mereka yang terakhir kepada orang yang telah berjasa memberikan kehidupan yang lebih sehat kepada mereka di tengah - tengah keberadaan mereka yang serba kekurangan.

 

Penghargaan

Karena jasa-jasanya dan pengabdiannya yang tanpa pamrih kepada masyarakat, Dr. Oen Boen Ing mendapatkan penghargaan Satya Lencana Bhakti Sosial dari pemerintah Republik Indonesia pada 30 Oktober 1979. Ia juga dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Sri Mangkunegoro VIII, dengan nama Kanjeng Raden Toemenggoeng Oen Boen Ing Darmohoesodo.

Pada 24 Januari 1993 Sri Mangkunegoro IX menaikkan gelarnya dari Kanjeng Raden Toemenggoeng menjadi Kanjeng Raden Mas Toemenggoeng Hario Oen Boen Ing Darmohoesodo.