Berawal dari Status di Media Sosial, Salurkan Donasi Hingga Ke Luar Kota: Kisah Tangan Tuhan Bekerja Lewat Seorang Anak

“Kita harus support tim medis sebagai garda terdepan yang merelakan semuanya untuk menangani COVID. Cerita perjuangan mereka mengetuk hati saya...”

Ucapan di atas membuka cerita atas kisah keluarga Adik Kevin Bagus Irawan dalam memberikan donasi selama masa wabah virus corona ini. Hari Sabtu, 25 April 2020 lalu RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO menerima puluhan liter hand sanitizer dari donatur dari Jakarta yang mengatasnamakan Kevin Bagus Irawan (Anak Keluarga Kania).

Keluarga Adik Kevin tergerak untuk menyalurkan donasi berupa bahan medis hingga ke luar kota berawal dari rasa kemanusiaan yang mendorong mereka untuk saling menolong. Tak disangka, itikad baik tersebut juga menyala berkat status di media sosial dari tenaga kesehatan yang mereka kenal. “Ada beberapa rekan saya yang bekerja di berbagai rumah sakit. Mereka kadang bikin status seperti APD kurang, minta dikirim APD, APD menipis,”  ujar Bapak Andi, ayahanda Adik Kevin, saat dihubungi oleh Rumah Sakit pada Senin, 27 April 2020 melalui telepon.

Menyadari kondisi tersebut, Pak Andi segera menghubungi rekannya yang menjual peralatan kesehatan dan bahan medis untuk didistribusikan ke daerah-daerah yang tidak mudah mendapatkan akses dalam pengadaannya. Beliau menyampaikan bahwa alat kesehatan dan bahan medis tersebut didonasikan ke berbagai rumah sakit. Pak Andi menganggap para tenaga kesehatan lebih membutuhkannya daripada beliau yang bukan berlatar belakang sebagai tenaga medis.

Pak Andi menyampaikan bahwa sebelum menyalurkan donasinya, beliau berdiskusi dengan keluarga dalam menentukan rumah sakit mana saja yang akan diberi bantuan. Hingga akhirnya beliau memilih RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO sebagai salah satu tujuan donasi, dengan pertimbangan bahwa banyak masyarakat yang telah percaya dengan kualitasnya. Selain itu, beliau memprioritaskan Rumah Sakit karena menjadi tempat rujukan penanganan COVID-19. Adik Kevin yang baru berusia 5 tahun ini juga rupanya dahulu merupakan pasien di Rumah Sakit.

Keluarga Adik Kevin berharap agar wabah COVID-19 ini bisa cepat berakhir dan semua orang bisa hidup sehat. Pak Andi berpesan supaya kita tidak menjauhi petugas medis karena mereka sudah membantu kita, jangan menganggap mereka sebagai wabah yang datang saat mereka pulang dari tempat kerja. Bagi civitas hospitalia Rumah Sakit, beliau pun menyarankan agar senantiasa meningkatkan pelayanan dan sabar menghadapi pasien, supaya Rumah Sakit terus eksis dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi banyak orang.