Meningkatkan Kesiapsiagaan Karyawan dengan Pelatihan Proteksi Kebakaran

'

Kamis 24 Januari 2019, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kota Surakarta mengadakan Pelatihan Proteksi Kebakaran untuk mewujudkan peran dan tanggung jawab Rumah Sakit dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran sekaligus memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tanggal 12 Januari – 12 Februari 2019.

Acara dilaksanakan di Ruang Triganda A Gedung Twin Towers dan diikuti oleh sebanyak 87 peserta dari perwakilan setiap unit serta tenant yang bekerja sama dengan Rumah Sakit. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan para karyawan serta civitas hospitalia Rumah Sakit dalam menghadapi bencana kebakaran.

Acara dibuka dengan pemaparan safety briefing oleh Bapak Suwandi dari bagian Keamanan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Panti Kosala. Kemudian sambutan dan penyampaian profil singkat Rumah Sakit oleh dr. Wiliam Tanoyo, M. Kes selaku Direktur Utama Rumah Sakit. Setelah itu dilanjutkan sambutan dari Kepala Bidang Dinas Damkar Kota Solo Bapak Arzoni.

Sebelum memasuki inti acara, peserta diminta untuk mengerjakan soal pre test dalam waktu 10 menit dilanjutkan penyampaian materi mengenai kode merah oleh dr. Budi Santoso, MPH selaku Ketua Komite K3 Rumah Sakit sekaligus menayangkan video simulasi kode merah RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA.

Memasuki pada inti acara, materi mengenai proteksi kebakaran dibawakan oleh Bapak Suharyanto selaku staf Humas Dinas Kebakaran Kota Solo, sembari menyampaikan materi beliau menayangkan video kebakaran. Beliau juga menyampaikan jika Gedung Twin Towers Rumah Sakit milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini sudah dilengkapi dengan sprinkler dan detector asap di semua ruangan. Kemudian beliau juga menyampaikan jika dalam kurun waktu satu tahun terakhir sudah terjadi 180 peristiwa kebakaran di Kota Solo dimana 65% penyebabnya adalah gangguan aliran listrik yang berasal dari pembebanan berlebih/ penggunaan watt yang melebihi batas wajar, sambungan tidak sempurna, perlengkapan tidak standart, pembatas arus yang tidak sesuai, kebocoran isolasi, dan listrik statis (gesekan).

Pihak Damkar menyampaikan jika pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hanya digunakan untuk api awal saja, dalam artian belum dalam tahap pengembangan api yang besar. Satu buah APAR sebaiknya hanya digunakan oleh satu orang. Bapak Suharyanto juga menjelaskan mengenai kelas kebakaran yaitu yang pertama berbahan padat, penanganannya bisa disiram dengan air, yang kedua berbahan cair (minyak goreng, minyak tanah, solar, bensin) dan gas dengan cara penanganannya ditutup dengan kain yang dibasahi, kemudian listrik bertegangan dengan cara penanganan mematikan sumber listrik lalu ditutup dengan kain yang dibasahi, yang terakhir adalah logam cara penanganannya dengan dry powder khusus. Seusai pemaparan materi, dilanjutkan penyerahan plakat dr. Oen oleh Ketua Komite K3 Rumah Sakit kepada Bapak Arzoni dan Bapak Suharyanto.

Acara berlanjut praktik secara langsung yang dilaksanakan di halaman Eks Gedung Akper dan dipandu oleh Tim Damkar Solo yaitu Bapak Ferdianto, Bapak Satriya, Bapak Nurdiyata serta Bapak Aris. Dalam praktiknya peserta diberi pembelajaran mengenai cara penggunaan APAR chemical powder dan CO2 sesuai yang ada di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA. Acara ditutup dengan sesi foto oleh peserta, panitia dan Tim Damkar Kota Solo.