Ini Dia “Senjata” Karyawan RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA untuk Tangkal Infeksi dan Menjaga Keselamatan Pasien

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA kembali menggelar in house training (IHT) bagi para tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan lain. IHT kali ini diselenggarakan Rumah Sakit di Ruang Triganda A dengan materi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Pelatihandigelar selama dua hari, pada hari Selasa dan Rabu, 11-12 Juni 2019.

IHT yang dihadiri sekitar 50 karyawan dari bagian keperawatan, bidan, farmasi, radiologi, dan gizi tersebut dibuka oleh Direktur Utama, dr. William Tanoyo, M.Kes. Beliau menyampaikan, IHT diadakan untuk meningkatkan kemampuan para tenaga kesehatan dalam menangani atau melayani pasien. dr. William pun berpesan kepada para tenaga kesehatan untuk bersemangat selama mengikuti IHT.

“Saya berharap bapak-ibu bekerja karena panggilan sehingga berjalan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Saya juga mengajak bapak-ibu bekerja secara profesional sesuai dengan Nilai dan Budaya Rumah Sakit,” ujar dr. William saat memberikan sambutan.

Setelah dibuka, kegiatan IHT dibuka dengan pre test untuk mengetahui tingkatan pengetahuan peserta terhadap materi yang akan disampaikan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi inti, yakni pemberian materi. Sesi inti pertama diisi dengan penyampaikan materi PPI. Sedikitnya ada empat sub materi yang disampaikan oleh Tim PPI Rumah Sakit kepada para tenaga medis, yakni Konsep Dasar Healthcare Associated Infections (HAIs), Kewaspadaan Standar: Kebersihan Tangan, Etika Batuk, serta Pengelolaan Limbah dan Benda Tajam, Penempatan Pasien Berdasarkan Transmisi Penyakit Menular (Ruang Isolasi), dan Bundle HAI’s: Bundle VAP, ISK, IDO, IADP, dan Monitoring Bundle di Ruangan.

“HAIs adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Di mana, pada saat masuk tidak ada infeksi atau tidak pada masa inkubasi, termasuk infeksi didapat di rumah sakit tapi muncul setelah berada di rumah atau pulang. HAIs juga dimaknai sebagai infeksi pada petugas karena pekerjaannya,” terang Anggota Tim PPI Rumah Sakit, Bapak Budiyono saat memberikan materi sesi pertama.

Beliau menuturkan, bukan hanya pengertian HAIs, peserta diharapkan setelah mengikuti pelatihan dapat juga memahami konsep epidemiologi HAIs, rantai penularan infeksi, sumber penyakit HAIs, sumber penyebab HAIs, faktor-faktor yang mempengaruhi HAIs, dampak HAIs, pengertian PPI, tujuan PPI, program PPI, hingga faktor-faktor keberhasilan PPI. PPI merupakan suatu upaya untuk mencegah, meminimalkan kejadian infeksi pada pasien, petugas, pengunjung, masyarakat sekitar Rumah Sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya, yang meliputi pengkajian perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi.

Penyampaikan materi PPI berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. IHT kemudian dilanjutkan dengan sesi pemberian materi PMKP. Ada empat sub materi juga yang disampaikan pada sesi tersebut, antara lain Overview Mutu Rumah Sakit (Area Prioritas, Clinical Pathway, Indikator Kunci), Manajemen Data Mutu Rumah Sakit (Pengumpulan Data, Validasi Data, Analisa Data dengan Plan Do Study Action - PDSA), Manajemen Risiko (Risk Register, FMEA), dan Manajemen Pelaporan Insiden (Insiden Keselamatan Pasien, Kejadian Tidak Diharapkan lain yang harus dilaporkan dan insiden lain yang terjadi di Rumah Sakit PPI/ K3).

Pemberian materi PMKP dibuka oleh Ketua Komite PMKP, dr. Rudy Suryo Handoyo, MPH. Beliau salah satunya menyinggung soal program kerja Komite PMKP Rumah Sakit pada 2019. dr. Rudy menuturkan sedikitnya ada 13 program yang akan dikerjakan Komite PMKP pada tahun ini. Beberapa di antaranya, yakni melakukan penyusunan/ revisi kebijakan, panduan/ pedoman, standar operasional, dan lain-lain untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

“Kegiatan Ronde Keselamatan Pasien juga dilakukan setiap tiga bulan sekali bersama dengan Direktur, Sub Komite Peningkatan Mutu dan Manajemen Risiko, Komite PPI dan Komite K3RS,” terang dr. Rudy.

Setelah dr. Rudy, hadir dr. Albert Krisnayudha Sinuraya yang memberikan materi mengenai Manajemen Data Mutu Rumah Sakit. Beliau menyebut RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA kini memiliki indikator mutu sebanyak 147 buah. Indikator mutu tersebut diimplementasikan di setiap unit dalam Rumah Sakit, seperti Rawat Inap, Kemoterapi, Kamar Bersalin, Humas dan Marketing, Diklat, Rekruitmen, hingga menyangkut sarana-prasarana dan sanitasi.

dr. Andry Wibowo juga ambil bagian dalam pelatihan ini untuk menerangkan materi Risk Management. Beliau mengingatkan bahwa Rumah Sakit merupakan salah satu tempat berbahaya. dr. Andry menerangkan ada beberapa kategori risiko yang mungkin muncul di Rumah Sakit. Pertama, risiko terkait dengan perawatan pasien. Kedua, risiko terkait dengan tenaga medis. Ketiga, risiko terkait dengan karyawan. Keempat, risiko berhubungan dengan properti. Kelima, risiko keuangan dan lain sebagainya.

Untuk mengakhiri pelatihan, peserta diberi post test untuk mengetahui capaian sesudah diberikan materi mengenai PMKP dan PPI. Pelatihan hari pertama diakhiri pada pukul 13.30 WIB.

IHT hari kedua dilaksanakan pada Rabu, 12 Juni 2019. Materi yang disampaikan pada hari kedua tidak jauh berbeda dengan hari pertama. Sebelum memasuki sesi materi, peserta diajak untuk mengerjakan soal pre test.

Anggota Tim PPI Rumah Sakit, Ibu Ririn Indriasrini, AMK, menyampaikan edukasi tentang cuci tangan 6 langkah untuk menghindari risiko infeksi dan penularan penyakit. Beliau juga menerangkan  penggunaan alat pelindung diri (APD) dilanjutkan dengan materi manajemen limbah dan benda tajam.

Pada hari kedua IHT ini, pemateri dari Komite PMKP, dr. Rudy menyampaikan tentang 6 sasaran keselamatan pasien meliputi ketepatan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi efektif, peningkatan kemanan obat yang perlu diwaspadai, tepat lokasi, prosedur, dan pasien operasi, pengurangan risiko infeksi, dan pengurangan risiko jatuh.

Materi tentang Manajemen Pelaporan Insiden disampaikan oleh Ibu Dewi Septiyaningrum, S.Farm. Apt. Macam-macam insiden sendiri meliputi insiden tidak cedera, insiden tidak diharapkan, insiden kejadian lain, insiden kejadian sentinel, dan insiden sentinel yang berdampak luas. Dijelaskan pula tentang alur pelaporan dan dan tata cara penulisan laporan insiden.

Untuk materi tentang Penerapan Bundle HAIs (VAP, ISK, IADP, IDO) pada hari kedua IHT disampaikan oleh Ibu Tri Atin, AMK. Setelah seluruh materi disampaikan, panitia membagikan lembar pertanyaan post test untuk dikerjakan oleh peserta. Pelatihan ditutup pada sekitar pukul 13.30 WIB dengan foto bersama.