Melepas Ibu Para Perawat, Sikap Melayani Sepenuh Hatinya Mesti Diteladani

Suasana Ruang Triganda B, Gedung Twin Towers Lantai 3 RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO yang mulanya cukup ramai berubah hening, Rabu, 4 September 2019 siang. Direktur Utama dr. William Tanoyo, M.Kes, Direktur Medis dan Keperawatan dr. Muljadi Hartono, MPH, Direktur Keuangan Dra. Sylvia Ratna Dewi, dan puluhan pejabat lain di Rumah Sakit memberi kesempatan khusus kepada Ibu Sriyani Mugiarsih, S.Kep.Ns untuk berbicara.

Cukup lama Ibu Asih, sapaan akrab Ibu Sriyani Mugiarsih, berdiri diam di depan. Baru setengah menit berselang beliau melempar kata. Ibu Asih bingung mau bicara apa. Beliau mengaku terlalu banyak hal yang telah dilihat dan dialami selama bekerja di Rumah Sakit milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA tersebut. Yang pasti, kata Ibu Asih, banyak hal menggembirakan dan bermanfaat yang telah diberikan Rumah Sakit untuk dirinya.

“Selama bekerja di sini saya diberi banyak kesempatan untuk belajar. Oleh rekan-rekan semua, saya banyak diberi ilmu dan pengalaman baru. Saya juga pernah diajak untuk studi banding ke Rumah Sakit lain, belajar ke Semarang. Semua itu dari Manajemen Rumah Sakit,” ungkap Ibu Asih memberikan kata perpisahan.

Saat itu Ibu Asih hadir dalam acara Purna Bakti yang digelar Rumah Sakit guna mengantarkannya memasuki masa pensiun. Beliau tercatat telah bekerja di Rumah Sakit selama 32 tahun, sejak 10 Agustus 1987. Terakhir, Ibu Asih menjabat sebagai Kepala Bidang Keperawatan. Berkat jabatannya tersebut, beliau akrab dengan ratusan perawat di Rumah Sakit. Beliau pun mendoakan RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO terus maju dan berkembang.

“Saya memohon maaf apabila selama bekerja di sini, ada tutur kata dan tingkah laku yang kurang berkenan. Saya berdoa, rekan-rekan semua ke depan selalu diberi kemudahan, kelancaran dalam menjalankan tugas,” tutur Ibu Asih.

Dalam sambutannya, dr. William Tanoyo, M.Kes, mewakili segenap karyawan Rumah Sakit menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada Ibu Asih. Beliau menyampaikan, kontrtibusi Ibu Asih untuk Rumah Sakit cukup banyak. dr. William mencontohkan, pelayanan ICU yang semakin maju hingga sekarang. Hal tersebut tidak terlepas dari peran Ibu Asih yang dahulu pernah menjabat sebagai kepala unit di instalasi tersebut.

Sementara itu, dr. Muljadi Hartono, MPH memiliki pengalaman tak terlupakan dengan Ibu Asih. Beliau bercerita, saat masih bertugas di ICU, pernah kehilangan charger handphone. dr. Muljadi merasa terbantu ketika Ibu Asih berinisiatif membantu mencarikan barang tersebut. Hasilnya memang nihil. Charger handphone tidak ketemu hingga sekarang. Namun, dr. Muljadi menegaskan, bukan itu yang terkenang di hati. Beliau terkesan dengan sikap Ibu Asih yang sigap membantu.

“Saya punya pengalaman charger hilang. Saat itu Bu Asih membantu mencarikan. Memang charger tidak ketemu. Namun, bukan hasilnya yang saya nilai. Meski hal kecil, tapi dari sini saya melihat Bu Asih menampilkan sikap melayani sepenuh hati. Sikap itu terlihat terus ada di diri beliau hingga sekarang. Saya berharap hal ini bisa dicontoh oleh rekan-rekan semua,” tutur dr. Muljadi, MPH.

Setelah sesi salam sapa, acara Purna Bakti dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keterangan (SK) dan kenang-kenangan kepada Ibu Asih. SK purna tugas diberikan kepada Ibu Asih oleh dr. William Tanoyo, M.Kes, sedangkan kenang-kenangan berupa plakat dr. Oen diberikah oleh dr. Muljadi Hartono, MPH. Ibu Asih juga menerima cindera mata dari Pengurus Koperasi Karyawan Rumah Sakit.