Home

Dekompresi Mikrovaskuler (MVD)

Trigeminal Neuralgia adalah nyeri yang terjadi secara mendadak pada satu sisi wajah (umumnya sisi wajah sebelah kanan), di dalam mulut dan gigi Read more...

CT Scan

CT Scan adalah alat pemindai yang dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan, pemeriksaan yang dapat dikerjakan antara lain Read more...

Laparoscopy

Laparoscopy adalah suatu tindakan bedah minimal yang umumnya ditujukan untuk mengurangi resiko yang didapatkan pada operasi besar Read more...

RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA berada di bawah naungan YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA yang mempunyai prinsip NOT FOR PROFIT  dimana sisa hasil usaha tidak dibagi ke Pengurus YKPK, tetapi digunakan untuk peningkatan pelayanan berupa pengembangan kompetensi SDM dan peralatan medis secara kontinu, serta pembangunan fisik.

Dengan penyertaan-Nya dan kepercayaan warga Surakarta maupun sekitarnya dalam  layanan kesehatan, maka tahun 2017 dimulai pelayanan di gedung baru "Twin Towers" dengan konsep jalur terpisah (D' Oen healthy area) untuk pasien dan pengunjung dengan tujuan memberikan pelayanan yang terbaik, dalam rangka ikut ambil bagian program Pemerintah di bidang kesehatan.

Tahun 2019 ini menjadi sejarah baru dalam perjalanan RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA yang berlokasi di daerah Kandang Sapi, secara resmi sejak tanggal 20 Juli menggunakan nama RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO, yang lebih dikenal masyarakat.

Penggunaan nama tersebut bertujuan untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat dan harapan semakin nyata dalam meningkatkan kualitas serta mutu pelayanan, sehingga dapat menjadi pilihan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya, sesuai visi Rumah Sakit.

 

 

 

Find Out More About This...

Bidan RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO Didorong Makin Mahir Hadapi Kegawatan yang Terjadi Saat Kehamilan Dan Proses Kelahiran

Marilah seluruh warga bidan di kawasan nusantara. Berhimpun di dalam satu wadah Ikatan Bidan Indonesia. Membela dan setia mengamalkan ajaran Pancasila. Bekerja dengan tulus ikhlas. Mengabdi mengemban amanat bangsa…”

 

Demikian bait Mars Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang dinyanyikan oleh puluhan bidan RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO dengan penuh semangat saat mengikuti kegiatan In House Training (IHT) di Ruang Triganda A Gedung Twin Towers, Rabu, 9 Oktober 2019. Kepala Bidang Pelayanan Medis, dr. Mardiyah Hanief, melihat para bidan di Rumah Sakit telah mengimplementasikan seruan IBI tersebut. Beliau salut kepada para bidan yang telah menjalankan tugas suci sebagai penyelamat wanita.

“Peran ibu-ibu bidan sekalian sangatlah luar biasa. Ibu-ibu bidan memanggul tugas menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi,” jelas dr. Hanief mewakili Direktur Utama dr. William Tanoyo, M. Kes, saat membuka IHT mengenai Kegawatan Obstetri Neonatal, Rabu.

dr. Hanief berharap penyelenggaraan IHT kali ini dapat meningkatkan kemampuan para bidan dalam memberikan pelayanan kepada pasien atau pengunjung di Rumah Sakit. Kegiatan IHT Kegawatan Obstetri Neonatal telah menjadi agenda rutin yang digelar Rumah Sakit. Hal tersebut tidak lain dilakukan sebagai bentuk upaya Rumah Sakit turut berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Beliau menyampaikan angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, bahkan menempati peringkat teratas di antara negara-negara Asia Tenggara.

“Angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang menjadi indikator kualitas kesehatan masyarakat di suatu negara, masih tergolong tinggi di Indonesia,” terang dr. Hanief.

Kegiatan IHT diisi oleh beberapa narasumber. Hadir sebagai pembicara pertama, yakni dr. Yunita, Kepala Sub Seksi Pelayanan Medis Instalasi Gawat Darurat (IGD). Beliau menjelaskan mengenai Triase, yakni cara pemilahan penderita/ pasien gawat darurat berdasarkan skala prioritas yang didasarkan kepada kebutuhan terapi pasien dan sumber daya yang tersedia.

“Kebutuhan terapi setiap pasien didasarkan pada penilaian kondisi ABCD, yaitu airways, breathing, circulation, dan disability serta beberapa kondisi lain. Di mana, penilaian itu akan menggambarkan derajat keparahan kondisi pasien,” terang dr. Yunita.

15 menit berselang, giliran bidan dari Klinik Ibu dan Anak (KIA) Rumah Sakit, Ibu Novi Nilasari, A.Md.Keb yang diberi waktu untuk membagikan materi mengenai Manajemen Laktasi. Salah satu hal yang dijelaskan oleh beliau, yakni mengenai teknik menyusui yang benar. Beliau menjelaskan akibat yang dapat ditimbulkan oleh sang ibu apabila tidak menerapkan teknik menyusui dengan benar, mulai dari puting susu menjadi lecet, ASI keluar tidak optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI, bayi enggan menyusui, hingga bayi menjadi kembung.

“Apabila bayi telah menyusui dengan benar maka akan memperlihatkan tanda-tanda tertentu, di antaranya bayi tampak tenang, badan bayi menempel pada perut ibu, mulut bayi terbuka lebar, dagu bayi menempel pada payudara ibu, puting susu tidak terasa nyeri, dan lain sebagainya,” terang Ibu Novi.

Menginjak pukul 09.30 WIB, IHT memasuki acara inti berupa penyampaian materi Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) oleh dr. Supanji Raharja, Sp.OG (K), dokter spesialis Obsgyn RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO. Berdasarkan data yang dihimpun, beliau menerangkan bahwa penyebab kematian ibu terbanyak adalah perdarahan (28%), kemudian eklampsia (24%), infeksi (11 %), partus macet atau lama (8%) dan aborsi (5%). dr. Supanji menerangkan kegawatdaruratan obstetrik dapat meningkatkan kesakitan dan kematian maternal ataupun perinatal. Kegawatdaruratan ini perlu tindakan cepat, tegas dan efektif.

“Gawat darurat secara primer berdampak pada ibu hamil, tapi jika terjadi saat antepartum dan intrapartum maka yang terkena dampak adalah ibu dan janin,” jelas dr. Supanji saat memberikan materi.

dr. Supanji menerangkan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menangani kegawatdaruratan obstetri. Pertama, lakukan identifikasi kehamilan risiko tinggi. Kedua, membuat kebijakan dan prosedur tetap (protap) untuk bidan dan dokter. Ketiga, lakukan latihan kegawatdaruratan obstetri seperti yang dilakukan kali ini. Keempat, membentuk tim multidisiplin. Terakhir, menyusun atau mempunyai standar prosedur elektif dan gawat darurat yang terperinci. Menjadi kesimpulan, dr. Supanji menekankan bahwa baik klien dan penyedia jasa layanan kesehatan harus selalu siap menghadapi kegawatdaruratan dalam kehamilan atau selama proses kelahiran.

Kesiapan penyedia jasa harus termasuk kesiapan peralatan dan perbekalan serta deskripsi kerja yang jelas untuk semua staf yang bertugas. Respon awal adalah kunci dari penyelamatan jiwa atau nyawa. dr. Supanji memberi pesan kepada para bidan di Rumah Sakit untuk ingat 4 T, yakni tahu diagnosis, tahu faktor risiko, tahu penatalaksanaan dan kerjakan, kemudian telepon dokter.

Setelah dr. Supanji, IHT diisi materi Resusitasi Neonatus yang disampaikan oleh dr. Mohammad Wildan, Sp.A, dokter spesialis anak RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO. Resusitasi neonatus adalah prosedur pertolongan dalam menyelamatkan bayi baru lahir yang kesulitan bernapas karena kekurangan oksigen. Beliau menerangkan langkah awal resusitasi, yakni cegah kehilangan napas, membuka jalan napas, dan menilai bayi.

dr. Wildan menjelaskan beberapa hal lain yang perlu diperhatikan oleh para bidan saat menghadapi kelahiran bayi, seperti memastikan lingkungan steril (ruang, meja, resusitator, alat), bayi di bawah radiant warmer, bersihkan trakea dengan penghisap lendir apabila terdapat mekonium, keringkan seluruh tubuh, ganti linen basah dengan yang kering, atur posisi bayi, bersihkan mulut kemudian hidung dengan penghisap, dan rangsang taktil bila perlu.

Setelah sesi penyampaikan materi berakhir, IHT dilanjutkan dengan sesi praktik penanganan kegawatan obstetrik neonatal menggunakan alat-alat yang tersedia di Rumah Sakit.

Instalasi Gawat Darurat

Instalasi Gawat Darurat

Melayani kegawat daruratan medik, baik kasus trauma maupun non trauma, termasuk resusitasi secara optimal dan profesional, guna mencegah kematian dan kecacatan penderita.
Read More About This Feature...

 

Cari Dokter

Cari Dokter

Semua informasi jadwal Dokter Spesialis dan Dokter Klinik kami tampilkan disini.
Read More About This Feature...

 

Sejarah RS Dr. Oen Surakarta

Sejarah RS Dr. Oen KANDANG SAPI SOLO

Pada tanggal 29 Januari 1933 berdiri poliklinik kecil di sebuah paviliun sederhana di Jl Mesen 106 Solo, yang didirikan oleh Perkumpulan Hua Chiao Tsing Nien Hui (HCTNH).
Read More About This Feature...

 

Penghargaan

Pada tahun 2014 RS kembali mendapatkan SBBI kategori Rumah Sakit Swasta seperti 3 tahun berturut-turut sebelumnya. Ini merupakan penghargaan keempat yang berturut-turut didapatkan oleh Rumah Sakit untuk kategori yang sama. Pada tahun ini, Rumah Sakit Dr. OEN Surakarta juga mendapatkan penghargaan "WOW Service Excellent Award" dari Mark Plus untuk kategori Rumah Sakit Umum dengan jumlah tempat tidur lebih dari 200. Find Out How...

RS Dr. Oen KANDANG SAPI SOLO

Jl. Brigjend Katamso No.55

Surakarta 57128 - Jateng

Telp. 0271 - 643139 Hunting
Fax.  0271 - 642026

Rencana Pencapaian

Atas penyertaan serta anugerah Tuhan yang Maha Kasih dan dukungan dari masyarakat Solo dan sekitarnya yang telah mempercayakan perawatan kesehatan di RS Dr. OEN SURAKARTA maupun berkat PENGURUS YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA yang berprinsip non profit, akan membangun gedung twin tower dengan 7 lantai ke atas dan 2 lantai basement.