Peningkatan Kesigapan Karyawan dalam Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Demi mewujudkan peran dan tanggung jawab Rumah Sakit dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO mengadakan Pelatihan Proteksi Kebakaran bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kota Surakarta pada Jumat, 8 November 2019.

Sebagai penyedia pelayanan kesehatan, Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M. Kes ini diharuskan mengetahui bagaimana meminimalisir bahaya kebakaran dan cara menanggulangi jika terjadi kebakaran di gedung Rumah Sakit. Diharapkan dengan adanya pelatihan penanggulangan kebakaran, para tenaga pelayanan kesehatan dapat cepat tanggap dalam mengantisipasi munculnya bahaya kebakaran di lingkungan kerja serta memahami cara-cara untuk memadamkan api sesuai dengan jenis-jenisnya. Peserta dalam kesempatan itu, juga dilatih dalam sebuah simulasi untuk melakukan evakuasi dan praktik pemadaman kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Materi dan praktik yang diberikan pada pelatihan ini berupa penggunaan hydrant yang khusus dilaksanakan oleh bagian Keamanan dan penggunaan APAR oleh seluruh peserta pelatihan. Tepat pukul 06.00 WIB Bapak Sony Irawan selaku Kepala Sub Seksi Keamanan memberikan pengarahan mengenai alur yang nantinya akan digunakan untuk praktik. Beliau juga menginformasikan bahwa di Rumah Sakit terdapat dua jenis hydrant yaitu OHB (Out Hydrant Box) yang terletak di depan main hall memiliki selang/ nozzle berdiameter 2,5 inch dan IHB (In Hydrant Box) dengan nozzle berdiameter 1,5 inch yang terletak dekat lift area main hall Rumah Sakit.

Sekitar pukul 07.00 WIB tim dari DAMKAR Kota Surakarta yaitu Bapak Aris Yulianto, Bapak Agus Sri Hartono, Bapak Ferdianto Rosadi, dan Bapak Nurdiyanta datang. Pemaparan materi mengenai hydrant diberikan oleh Bapak Aries meliputi cara penggunaan nozzle yang benar dan cara perawatan setelah digunakan. Dalam merawat selang hydrant, lebih baik menerapkan gulungan ganda daripada gulungan tunggal karena lebih efektif dan optimal ketika sedang dalam keadaan darurat. Simulasi penggunaan hydrant dilaksanakan di depan main hall dan di halaman parkir B1.

 

Praktik berlanjut di area Gedung Eks Akper. Kali ini materi dan praktik yang diberikan mengenai APAR dan cara penggunaannya dalam setiap kasus kebakaran. Teknik pemadaman sederhana pun juga diberikan seperti mematikan api dengan menggunakan kain yang dibasahi. Jenis APAR yang digunakan dalam praktik ini yaitu Chemical Powder dan Karbondioksida. “APAR jenis chemical powder lebih baik digunakan di luar ruangan karena akan meninggalkan kotoran atau residu. Sedangkan APAR karbondioksida lebih efektif digunakan di dalam ruangan karena oksigen tidak terlalu banyak seperti di luar ruangan”, ujar pengisi materi, Bapak Agus Sri Hartono.

Salah satu kasus yang dipaparkan adalah kebakaran gas. Dijelaskan bahwa gas bocor yang menyebabkan kebakaran akan menyebar ke area bawah/ lantai terlebih dahulu karena berat jenis gas lebih berat dari pada udara, para peserta diberi kesempatan untuk mencoba memadamkan api dengan cara teknik penyelimutan dengan kain dibasahi dan menggunakan APAR.