Ketahui Solusi Tepat Cegah Beser pada Lansia dalam Seminar Awam di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA bekerja sama dengan Confidence menyelenggarakan seminar awam lansia bertajuk “Langkah Tepat Mengontrol Ketidakmampuan Menahan Buang Air Kecil pada Lansia” di Ruang Museum dr. Oen pada 27 Juli 2018. Acara yang diselenggarakan Rumah Sakit milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini terbuka untuk umum. Sebagian besar peserta dalam seminar ini adalah kalangan lanjut usia (lansia) yang tertarik dengan tema yang akan dibicarakan.

Seminar ini menghadirkan dr. R. Irwin Halilintar, Sp.U, dokter spesialis urologi (saluran kemih) di Rumah Sakit. Tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum terkait inkontinensia urine, yaitu kondisi di mana seseorang kesulitan dalam mengontrol buang air kecil. Kondisi ini meningkatkan frekuensi keluarnya urine sehingga para penderita dapat mengeluarkan urine secara tiba-tiba tanpa memperhatikan waktu dan situasi. Rumah Sakit yang berusia 85 tahun ini berupaya mengedukasi masyarakat agar mengetahui faktor-faktor pemicu masalah kesehatan serius yang masih dianggap wajar oleh para lansia.

Acara dimulai pukul 08.45 WIB dan dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan penyampaian panduan keselamatan atau safety briefing sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) Rumah Sakit.

Direktur Utama Rumah Sakit, dr. William Tanoyo, M.Kes, menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta dan pendukung acara lalu memaparkan profil Rumah Sakit dengan singkat. Sebelum sesi materi dimulai, peserta diajak untuk melakukan senam otak. Usai senam otak, pembawa acara mempersilakan pembicara untuk memaparkan materi mengenai Langkah Tepat Mengontrol Ketidakmampuan Menahan Buang Air Kecil pada Lansia.

Peserta menyimak materi yang disampaikan oleh pembicara dengan seksama. Dalam sesi materi, dijelaskan bahwa penyakit inkontinensia urine cenderung menyerang wanita daripada pria. Gejala penyakit ini terbagi dalam 3 fase. Pada fase ringan, ditandai dengan urine kadang menetes saat batuk, bersin, atau saat berjalan ke toilet. Di fase ringan – sedang, urine menetes setiap hari sehingga pasien perlu mengenakan popok. Pada fase berat, urine dapat keluar hampir setiap jam per hari.

Inkontinensia urine disebabkan oleh meningkatnya tekanan pada daerah perut; lalu kebiasaan seperti merokok, minum alkohol, konsumsi kafein, atau faktor penuaan yang dapat membuat urine dikeluarkan secara darurat dengan frekuensi tinggi; serta bocornya urine karena penuhnya kandung kemih. Selain itu, pembicara juga menjelaskan mengenai langkah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi inkontinensia urine.

Setelah sesi materi, beberapa peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan kepada pembicara. Setelah pembicara menjawab seluruh pertanyaan, peserta kembali diajak bergerak aktif dengan melakukan senam kreasi. Oma opa terlihat mencoba menggerakkan badannya dari tempat duduk saat musik berirama enerjik diputar oleh panitia. Saat diminta naik ke panggung, ada yang memperagakan senam aerobik, senam bio energi power, dan senam untuk penderita diabetes. Acara dilanjutkan dengan pengundian nomor registrasi dan pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung. Pukul 11.00 WIB pembagian doorprize selesai dan acara seminar awam lansia ditutup.

 

Silahkan download Materi Seminar Awam Lansia di bawah ini:

icon Materi Seminar Awam Lansia Inkontinensia Urin (Link)