Berita

Lantunan Hymne Panti Kosala dalam Lomba Paduan Suara RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

Panti Kosala, tempat teduh ‘tuk sembuh
Melayani dengan hati sepenuh
Panti Kosala, s’mangat dharma husada
Bakti kami bagi bangsa…

     Kalimat di atas merupakan penggalan dari reffrain lagu Hymne Panti Kosala yang dinyanyikan dengan apik oleh karyawan Rumah Sakit dalam gelaran Lomba Paduan Suara Hymne Panti Kosala. Acara tersebut diselenggarakan untuk memperingati hari lahir dr. Oen Boen Ing yang jatuh pada tanggal 3 Maret 1903. Lomba diadakan di Ruang Museum dr. Oen, lantai 1 Gedung Twin Towers, hari Kamis, 29 Maret 2018. Pada perlombaan kali ini, seluruh unit di Rumah Sakit yang terbagi menjadi 17 kelompok turut berpartisipasi menyumbangkan suara mereka.
    Selain untuk memeriahkan peringatan hari lahir dr. Oen Boen Ing, lomba paduan suara ini diadakan dengan tujuan merefleksikan dedikasi dan pengabdian dr. Oen Boen Ing di benak seluruh karyawan Rumah Sakit, membangun kreativitas karyawan melalui kegiatan seni suara, memberikan kontribusi bagi perkembangan sumber daya manusia, serta meningkatkan semangat kebersamaan, kerja sama, dan sportifitas antar karyawan.


    Perlombaan ini juga menjadi salah satu upaya dari Rumah Sakit yang berada di bawah kepemimpinan dr. William Tanoyo, M.Kes ini untuk menciptakan rasa memiliki atau handarbeni dalam benak setiap karyawan terhadap tempat mereka mengabdi. Diharapkan, semangat karyawan dalam mewujudkan pelayanan paripurna dan citra positif Rumah Sakit semakin tumbuh dengan mengilhami makna dari setiap lirik lagu Hymne Panti Kosala serta menerapkannya dalam setiap melaksanakan tugas pelayanan yang diemban.


  

     Lomba paduan suara menambah ragam perlombaan yang pernah dilaksanakan di Rumah Sakit milik Yayasan Kesehatan Panti Kosala ini. Rumah Sakit pernah mengadakan lomba cerdas cermat, lomba yel-yel, lomba desain poster, dan lomba stand up comedy. Berbeda dari sebelumnya, dalam lomba kali ini jajaran Direksi yang terdiri dari dr. William Tanoyo, M.Kes (Direktur Utama), Dra. Sylvia Ratna Dewi (Direktur Keuangan), dr. Muljadi Hartono, MPH (Direktur Medis dan Keperawatan), dan dr. Andi Wibawanto, MPH (Direktur Administrasi Umum) turut menjadi peserta. Jajaran Direksi juga melaksanakan latihan vokal dan persiapan lain untuk menyemarakkan gelaran ini.


     Peserta menampilkan perpaduan suara yang terbagi menjadi jenis sopran, alto, tenor, dan bas diiringi lantunan musik yang bergema di dalam Ruang Museum dr. Oen. Penyanyi dengan vokal sopran tampak menghela nafas panjang untuk meraih nada tinggi di bagian akhir lagu. Begitupun penyanyi bervokal alto, tenor, dan bas mencoba menyesuaikan suara sehingga menjadi padu dan tercipta harmoni yang indah.
     Selayaknya kompetisi paduan suara pada umumnya, penampilan peserta yang berjumlah 8-12 anggota tersebut dinilai oleh juri yang merupakan praktisi seni musik yaitu Bapak Drs. Bambang Suwito dan Bapak Wawan Noviandri serta satu juri dari internal Rumah Sakit. Penampilan peserta dinilai berdasarkan materi suara, teknik vokal, pembawaan, dan penampilan.
     Setelah 17 tim peserta unjuk kebolehan dalam tarik suara, diumumkan tiga peserta terbaik yang menjadi juara satu, dua, dan tiga. Adapun juara satu dengan nilai 1907 diraih oleh kelompok 6 (Lantai 7 Utara dan Lantai 7 Selatan). Disusul oleh Kelompok 13 (Ruang Bersalin – Kamar Bayi – Klinik Ibu dan Anak) di posisi kedua dengan perolehan nilai 1886. Juara ketiga diraih oleh Kelompok 4 (Rekam Medis dan Informasi Kesehatan) dengan nilai 1825. Ketiga kelompok satu per satu naik ke atas panggung untuk menerima trophy dan hadiah yang diserahkan oleh dr. William Tanoyo, M.Kes.

 


     

 

        Hymne Panti Kosala merupakan lagu yang diciptakan untuk menghormati semangat pengabdian dr. Oen Boen Ing. Lagu ini merupakan buah karya dari salah satu juri dalam lomba paduan suara, dr. Yudhie Chandra Rayon, bersama dengan Bapak Erwin Badudu, dr. Andi Wibawanto, MPH, dan Bapak Immanuel Wijaya.Hymne Panti Kosala pertama kali dikumandangkan pada saat acara Peresmian Gedung Twin Towers RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA tanggal 3 Maret 2017.

       Hymne Panti Kosala merupakan lagu yang diciptakan untuk menghormati semangat pengabdian dr. Oen Boen Ing. Lagu ini merupakan buah karya dari salah satu juri dalam lomba paduan suara, dr. Yudhie Chandra Rayon, bersama dengan Bapak Erwin Badudu, dr. Andi Wibawanto, MPH, dan Bapak Immanuel Wijaya.Hymne Panti Kosala pertama kali dikumandangkan pada saat acara Peresmian Gedung Twin Towers RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA tanggal 3 Maret 2017.

Masih dalam Peringatan Hari TB Sedunia, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA Gelar Sosialisasi Edukasi untuk Mewujudkan Indonesia Bebas TB 2050 di Kelurahan Tegalharjo

Dalam rangka Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, Tim TB bersama dengan Tim Promosi Kegiatan Rumah Sakit (PKRS) RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA menyelenggarakan acara sosialisasi edukasi yang bertajuk Edukasi TB dan Etika Batuk bagi masyarakat. Acara dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Maret 2018 pukul 15.30 WIB di Kelurahan Tegalharjo. Sosialisasi ini diadakan dengan sasaran masyarakat sekitar Rumah Sakit yang berada di kelurahan Tegalharjo.

Sekitar 30 peserta menghadiri sosialisasi tersebut. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat akan pentingnya bahaya TB yang harus diketahui. Sebelum materi edukasi TB disampaikan, Tim TB memaparkan tentang pentingnya melakukan cuci tangan dan etika batuk untuk mencegah penularan TB.

Seluruh Tim TB mengajak warga untuk mempraktikkan 6 langkah cuci tangan dan etika batuk bersama-sama. Usai praktik bersama, pemateri dari Tim TB menyampaikan mengenai gambaran penyakit TB, cara penularan, cara pencegahan, serta cara pengobatan TB. Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta. Program TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh) yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk turut serta menemukan kasus-kasus TB baru yang ada di lingkungan sekitar dan memantau pengobatannya hingga tuntas. Pelaksanaan sosialisasi edukasi TB dalam Peringatan Hari TB Sedunia tahun 2018 yakni “Peduli TBC, Indonesia Sehat” termasuk dalam momentum Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas TB 2050 dimana kesadaran masyarakat tentang bahaya TB meningkat dan mendorong pasien TB agar berobat hingga sembuh.

Partisipasi RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA dalam Peringatan Hari Tuberkulosis (TB) yang Digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta

Ratusan orang mengenakan pakaian berwarna merah memenuhi area Rumah Dinas Walikota Surakarta, Loji Gandrung, pada hari Minggu, 25 Maret 2018 sekitar pukul 06.15 WIB. Di hari tersebut, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta menyelenggarakan acara Peringatan Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret. Di atas panggung, Walikota Surakarta, Bapak FX Hadi Rudyatmo tengah memberikan sambutan yang didampingi oleh Kepala DKK Surakarta, Ibu dr. Hj. Siti Wahyuningsih, M.Kes. Sebelumnya, Direktur Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta, dr. Yudhaputra Tristanto, M.Kes juga menyampaikan sambutannya.

Acara ini dihadiri oleh Walikota, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot, serta puluhan instansi kesehatan yang berada di Kota Surakarta. RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam memeriahkan acara tersebut. Direktur Utama Rumah Sakit, dr. William Tanoyo, M.Kes tampak sporty mengenakan setelan olahraga berwarna merah putih serta topi berwarna senada, bersama dengan lima staf Rumah Sakit dari bagian Rekam Medis & Informasi Kesehatan (RMIK) dan Pendaftaran yang kompak mengenakan blangkon.

Dilansir dari situs surakarta.go.id, dalam sambutannya, Walikota menghimbau warga Surakarta untuk bersama-sama mencegah penyebaran penyakit TB dengan cara menciptakan lingkungan yang bersih. Hal tersebut dilakukan agar ke depannya anak cucu kita bisa menikmati udara dan lingkungan yang sehat. Pada acara tersebut juga dijelaskan mengenai Gerakan Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TB) yang menjadi program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Usai sambutan dari Walikota, acara dilanjutkan dengan bersepeda bersama. Sekitar pukul 07.15 WIB, Walikota mengibarkan bendera start memberangkatkan rombongan peserta sepeda sehat dari jajaran OPD, instansi kesehatan di Kota Surakarta, Forum Anak Surakarta, dan masyarakat Kota Surakarta. Rombongan bergerak dari Loji Gandrung menuju ke gedung BBKPM di daerah Jajar, Laweyan, Surakarta.

Kupas Tuntas Perlindungan Staf Rumah Sakit dari Permasalahan Hukum dalam Diskusi bersama Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) DIY

Meruaknya kasus kelalaian hukum di instansi pelayanan kesehatan yang melibatkan karyawan instansi tersebut di media massa membuat RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA berinisiatif untuk mendiskusikan permasalahan tersebut dari berbagai aspek. Bekerja sama dengan Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (MHKI DIY), Rumah Sakit menggelar acara diskusi bertema “Perlindungan Hukum terhadap Staf Rumah Sakit terkait Isu Kelalaian”. Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan pemateri dari konsultan hukum dan mediator profesional di Yogyakarta yaitu Bapak Banu Hermawan, SH., M.H.Li.

MHKI DIY merupakan organisasi yang bertujuan turut berpartisipasi dalam penyebarluasan pemahaman tentang hukum kesehatan kepada masyarakat. Penyelenggaraan diskusi merupakan kegiatan rutin MHKI DIY dan karena salah satu karyawan Rumah Sakit aktif dalam kepengurusan MHKI DIY sebagai wakil sekretaris, maka pada tahun ini Rumah Sakit mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan diskusi dengan memboyong pengurus serta anggota MHKI DIY periode 2015-2018 ke Surakarta. Diharapkan dengan dilaksanakannya diskusi ini, staf Rumah Sakit dapat meminimalisir kelalaian saat melakukan tugas pelayanan sehingga kualitas pelayanan Rumah Sakit semakin meningkat.

Diskusi ini diikuti oleh pengurus serta anggota MHKI, jajaran Direksi, dan struktural Rumah Sakit. Perwakilan dari Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit juga turut berpartisipasi dalam acara ini. Rumah Sakit bersama MHKI menggelar acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi perihal perlindungan hukum terhadap karyawan instansi pelayanan kesehatan, membahas isu-isu pelanggaran hukum di rumah sakit dan mencari tahu bagaimana mencegahnya, serta mengajak tenaga pelayanan kesehatan untuk berdiskusi mengenai permasalahan selama melayani dan bersama-sama mencari solusinya.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Panti Kosala secara bersama-sama. Dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Utama Rumah Sakit, dr. William Tanoyo, M.Kes yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemateri dan MHKI DIY. Ketua MHKI DIY, Bapak M. Endriyo Susila, S.H, MCL juga menyampaikan sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit yang telah mengundang MHKI DIY serta memperkenalkan peserta dari MHKI DIY yang hadir pada acara tersebut. Beliau mengatakan bahwa anggota MHKI terdiri dari berbagai unsur profesi, seperti dosen, praktisi kesehatan, staf rumah sakit, dan pengacara.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi bertajuk Perlindungan Hukum bagi Rumah Sakit dan Staf dalam Pelayanan Kesehatan oleh Bapak Banu Hermawan, SH, M.H.Li. Dalam sesi ini, beliau memaparkan faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan permasalahan atau sengketa medis. Faktor-faktor tersebut meliputi perbedaan logika dokter dengan pasien, kejadian tidak diharapkan (KTD), perbuatan tidak patut, penyampaian informed consent yang tidak jelas, informasi biaya yang tidak jelas, pasien tersinggung dengan cara terapi, komunikasi yang buruk, dan kecurigaan pasien atas hasil pemeriksaan. Beliau juga juga menyampaikan jenis tanggung jawab hukum dalam pelayanan kesehatan.

Setelah materi selesai dipresentasikan, sesi diskusi dimulai. Diskusi dibuka oleh Bapak B. Agung Sulistyo, S.H, M.H.Kes dari pengurus MHKI DIY yang didapuk sebagai moderator. Sepanjang acara berlangsung, peserta secara interaktif saling memberikan tanggapan atas permasalahan-permasalahan yang dibicarakan. Berkolaborasi dengan Bapak Banu Hermawan, Bapak Endriyo juga turut memberikan solusi terhadap problematika tersebut.

Pada diskusi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut, setidaknya sebanyak sepuluh permasalahan mengenai perlindungan hukum bagi staf rumah sakit dan peraturan tentang perumahsakitan dibahas dengan tuntas. Salah satunya saat pembahasan topik bagaimana langkah yang diambil rumah sakit bila kelalaian staf rumah sakit masuk dalam kasus hukum, Bapak Banu Hermawan dengan tegas menyatakan bahwa instansi kesehatan harus tetap mendampingi staf dalam memperoleh perlindungan hukum dan mempertanggungjawabkan kesalahannya.