Bedah

Surgical Microscope Neurosurgery (Merk Zeiss type Opmi Pantero)

rs dr oen surakarta, rumah sakit di solo

Keunggulan:
sistem visualisasi generasi baru dengan kualitas gambar tajam/ razor-sharp dan full High Definition/HD.

Mikroskop ini dapat memberi gambaran sangat tajam dengan batas tegas dan jelas untuk:
- keadaan saraf.
- perdarahan.
- tumor.

Keuntungan:
sangat membantu menunjang tindakan operasi pada:
- saraf yg kecil dan kompleks pada tulang belakang/ Lumbal spine surgery.
- perdarahan, tumor daerah otak yang terletak di dalam.
- tumor pada area operasi yg kecil seperti daerah THT.
sehingga penanganan medis dapat diberikan dengan akurasi yang tinggi.

Laparoscopy

Laparoskopi: Revolusi teknik pembedahan
Oleh : dr. Anung Noto Nugroho, Sp.B-KBD

rumah sakit dr oen surakarta, rumah sakit di soloNyeri pasca bedah adalah salah satu hal yang mengganggu yang sering dikeluhkan pasien setelah menjalani terapi pembedahan. Bahkan sekarang ini nyeri pascabedah dimasukan sebagai salah satu tanda vital disamping tensi, nadi, suhu, dan respirasi. Berbagai upaya untuk mengurangi rasa nyeri pasca bedah dikembangkan antara lain dengan obat-obatan penahan nyeri serta teknik pembedahan yang lebih minimal menimbulkan kerusakan jaringan (minimal invasif).

Salah satu teknik pembedahan minimal invasive surgery (MIS) sekarang ini dikenal dengan Laparoskopi. Laparoskopi adalah bagian dari teknik endoskopi, berasal dari kata laparo yang berarti abdomen dan oskopi yang artinya melihat melalui skope.

Laparoskopi memang khusus untuk melihat rongga perut atau rongga di luar usus melalui pencitraan pada monitor video menggunakan teleskop dan sistem endokamera.

Selain laparoskopi, juga dikenal gastroskopi (khusus melihat saluran cerna bagian atas), kolonoskopi (usus besar), dan Endoskopi Retrograde Colangio-pancreaticografi/ERCP untuk saluran empedu dan pankreas

Bedah laparoskopi berbeda dengan bedah konvensional karena laparoskopi hanya membutuhkan akses minimal ke tubuh pasien. Pada bedah konvensional, sayatan di perut bisa sepanjang belasan sentimeter. Sementara, pada bedah laparoskopi, akses yang dibutuhkan hanya 2 milimeter sampai 10 milimeter.

Dengan bedah laparoskopi, paling-paling hanya dibutuhkan empat hingga lima lubang kecil untuk memasukkan alat. Lantaran akses yang dibutuhkan kecil, tindakan penjahitan kadang tak dibutuhkan lagi. Lubang kecil yang dihasilkan cukup ditutup dengan plester pembalut (band aid) khusus. Setelah luka tersebut kering pun, tak akan ada bekas luka parut memanjang yang kadang menakutkan.

Read more: Laparoscopy

 

 

SURVEI KEPUASAN PELANGGAN 
 
Dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO, kami mohon kesediaan Bapak/ Ibu untuk berkenan mengisi Survei Kepuasan Pelanggan yang akan menjadi acuan dalam evaluasi atas kualitas pelayanan kami. Read More

Guests Online

We have 107 guests and no members online