Berita

Mengenal Penyakit Hepatitis

Penyakit Hepatitis menjadi salah satu masalah kesehatan yang penting untuk diperhatikan. Penyakit Hepatitis, yang terdiri dari Hepatitis A, B, C, D dan E menjadi penyakit yang banyak memakan korban di dunia. Sebanyak 1,5 juta penduduk dunia meninggal setiap tahunnya karena virus Hepatitis. Sementara itu, sebanyak dua milyar orang di dunia terinfeksi virus Hepatitis B, dengan rincian 240 juta orang mengidap Hepatitis B Kronik dan sebanyak 170 juta orang mengidap Hepatitis C.

Sumber : http://www.who.int/images/default-source/campaigns/hepatitis-day/10-keys-messages/7.tmb-1920v.jpg?sfvrsn=755507df_1

Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki endemisitas tinggi Hepatitis B di kawasan South East Asian Region (SEAR) setelah Myanmar. Diperkirakan 10 dari 100 orang di Indonesia telah terinfeksi Hepatitis B atau C. Saat ini diperkirakan sebanyak 28 juta penduduk Indonesia terinfeksi Hepatitis B dan C, 14 juta di antaranya berpotensi menjadi kronis dan dari yang kronis tersebut, 1,4 juta di antaranya berpotensi untuk menderita kanker hati.

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa penyakit Hepatitis menjadi masalah yang penting bagi kesehatan dunia, termasuk Indonesia. Maka dari itu, pada tahun 2010 penyakit Hepatitis ditetapkan sebagai Global Public Health Concern pada sidang WHA (World Health Assembly). Dalam sidang tersebut dinyatakan bahwa Hepatitis merupakan agenda yang menjadi prioritas dunia dan tanggal 28 Juli juga ditetapkan sebagai Hari Hepatitis Sedunia.

Penyebab dan Penularannya

Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan yang disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebih dan penyakit autoimmune. Terdapat lima jenis virus Hepatitis, yaitu Hepatitis A, B, C, D dan E. Antara Hepatitis yang satu dengan yang  lain tidak saling  berhubungan. 

Hepatitis A disebabkan oleh virus Hepatitis A dan menjadi penyakit endemis di negara-negara berkembang. Penyakit ini merupakan Hepatitis yang ringan, bersifat akut, sembuh spontan/sempurna tanpa gejala sisa dan menyebabkan infeksi kronik. Penularannya melalui fecal oral, dengan sumber penularan yang umumnya terjadi karena sanitasi yang buruk, pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar dan personal hygiene yang rendah.

Hepatitis B, terbagi menjadi dua, yaitu Hepatitis B Akut dan Hepatitis B Kronik. Hepatitis B Akut disebabkan oleh virus Hepatitis B dari golongan virus DNA dengan masa inkubasi 60-90 hari. Penularannya vertikal 95% terjadi pada masa perinatal (persalinan) dan 5% intra uterina. Sedangkan penularan horisontal melalui transfusi darah, jarum suntik tercemar, pisau cukur, tato dan transplantasi organ. Hepatitis B Akut yang berkembang menjadi penyakit Hepatitis B Kronik. Usia saat terjadinya infeksi memengaruhi kronisitas penyakit. Bila terjadi saat bayi, 95% akan menjadi Hepatitis B Kronik. Sedangkan bila penularan terjadi pada usia balita, 20-30% menjadi penderita Hepatitis B Kronik dan bila penularan saat dewasa, hanya 5% yang menjadi penderita Hepatitis B Kronik.

Hepatitis C disebabkan oleh sirosis dan kanker hati. Etiologi virus Hepatitis C termasuk golongan virus RNA dengan masa inkubasi 2-24 minggu. Penularan Hepatitis C melalui darah dan cairan tubuh, penularan masa perinatal, jarum suntik, transplantasi organ, kecelakaan kerja dan hubungan seks. Hepatitis D disebabkan oleh virus Hepatitis D atau virus delta. Virus ini memerlukan virus Hepatitis B untuk berkembangbiak, sehingga hanya ditemukan pada orang yang telah terinfeksi virus Hepatitis B. Selanjutnya, penyakit Hepatitis E, yang dahulu dikenal sebagai Hepatitis Non A-Non B, dapat ditularkan melalui fecal oral seperti halnya Hepatitis A. Etiologi virus Hepatitis E termasuk virus RNA dengan masa inkubasi 2 – 9 minggu.

Pencegahan

http://www.who.int/images/default-source/campaigns/hepatitis-day/10-keys-messages/1.tmb-1920v.jpg?sfvrsn=925890ee_1

 Meskipun penyakit Hepatitis mengakibatkan banyak korban, namun penyakit Hepatitis dapat dicegah penularannya. Hepatitis A dapat dicegah dengan memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama pada makanan dan minuman. Selain itu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga harus diperhatikan. Untuk Hepatitis B Akut dapat dicegah dengan menghindari risiko yang menyebabkan terjadinya penularan, melakukan imunisasi yang sudah masuk dalam program nasional, yaitu vaksin HBO (<12 jam), DPT/HB1 (2 bulan), DPT/HB2 (3 bulan) dan DPT/HB3 (4 bulan). Sementara untuk Hepatitis B Kronik dapat dilakukan pengobatan untuk memperpanjang harapan hidup dan menurunankan terjadinya sirosis hepatis atau hepatoma. Saat ini tersedia tujuh macam obat untuk Hepatitis B, yaitu Interferon alfa-2a, Penginterferon alfa-2a, Lamivudin, Adefovir, Entecavir, Telbivudin dan Tenofovir.

Untuk Hepatitis C dapat dilakukan pencegahan dengan menghindari risiko penularannya karena hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk Hepatitis C. Namun, penderita Hepatitis C dapat diobati dengan kombinasi pegylated interferon dan ribavirin.

Saat ini belum tersedia vaksin untuk hepatitis D, namun orang yang telah diberikan imunisasi Hepatitis B otomatis akan terlindungi. Sedangkan untuk Hepatitis E, pencegahannya dapat dilakukan  dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, terutama makanan dan minuman. Hingga saat ini belum tersedia juga vaksin untuk Hepatitis E.

Artikel diolah dari Infodatin dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, diakses dari http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hepatitis.pdf.

Ketahui Solusi Tepat Cegah Beser pada Lansia dalam Seminar Awam di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA bekerja sama dengan Confidence menyelenggarakan seminar awam lansia bertajuk “Langkah Tepat Mengontrol Ketidakmampuan Menahan Buang Air Kecil pada Lansia” di Ruang Museum dr. Oen pada 27 Juli 2018. Acara yang diselenggarakan Rumah Sakit milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini terbuka untuk umum. Sebagian besar peserta dalam seminar ini adalah kalangan lanjut usia (lansia) yang tertarik dengan tema yang akan dibicarakan.

Seminar ini menghadirkan dr. R. Irwin Halilintar, Sp.U, dokter spesialis urologi (saluran kemih) di Rumah Sakit. Tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum terkait inkontinensia urine, yaitu kondisi di mana seseorang kesulitan dalam mengontrol buang air kecil. Kondisi ini meningkatkan frekuensi keluarnya urine sehingga para penderita dapat mengeluarkan urine secara tiba-tiba tanpa memperhatikan waktu dan situasi. Rumah Sakit yang berusia 85 tahun ini berupaya mengedukasi masyarakat agar mengetahui faktor-faktor pemicu masalah kesehatan serius yang masih dianggap wajar oleh para lansia.

Acara dimulai pukul 08.45 WIB dan dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan penyampaian panduan keselamatan atau safety briefing sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) Rumah Sakit.

Direktur Utama Rumah Sakit, dr. William Tanoyo, M.Kes, menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta dan pendukung acara lalu memaparkan profil Rumah Sakit dengan singkat. Sebelum sesi materi dimulai, peserta diajak untuk melakukan senam otak. Usai senam otak, pembawa acara mempersilakan pembicara untuk memaparkan materi mengenai Langkah Tepat Mengontrol Ketidakmampuan Menahan Buang Air Kecil pada Lansia.

Peserta menyimak materi yang disampaikan oleh pembicara dengan seksama. Dalam sesi materi, dijelaskan bahwa penyakit inkontinensia urine cenderung menyerang wanita daripada pria. Gejala penyakit ini terbagi dalam 3 fase. Pada fase ringan, ditandai dengan urine kadang menetes saat batuk, bersin, atau saat berjalan ke toilet. Di fase ringan – sedang, urine menetes setiap hari sehingga pasien perlu mengenakan popok. Pada fase berat, urine dapat keluar hampir setiap jam per hari.

Inkontinensia urine disebabkan oleh meningkatnya tekanan pada daerah perut; lalu kebiasaan seperti merokok, minum alkohol, konsumsi kafein, atau faktor penuaan yang dapat membuat urine dikeluarkan secara darurat dengan frekuensi tinggi; serta bocornya urine karena penuhnya kandung kemih. Selain itu, pembicara juga menjelaskan mengenai langkah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi inkontinensia urine.

Setelah sesi materi, beberapa peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan kepada pembicara. Setelah pembicara menjawab seluruh pertanyaan, peserta kembali diajak bergerak aktif dengan melakukan senam kreasi. Oma opa terlihat mencoba menggerakkan badannya dari tempat duduk saat musik berirama enerjik diputar oleh panitia. Saat diminta naik ke panggung, ada yang memperagakan senam aerobik, senam bio energi power, dan senam untuk penderita diabetes. Acara dilanjutkan dengan pengundian nomor registrasi dan pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung. Pukul 11.00 WIB pembagian doorprize selesai dan acara seminar awam lansia ditutup.

 

Silahkan download Materi Seminar Awam Lansia di bawah ini:

icon Materi Seminar Awam Lansia Inkontinensia Urin (Link)

HARI ANAK NASIONAL: PENTINGNYA PEMENUHAN HAK ANAK

 

Anak-anak merupakan aset sebuah bangsa. Anak-anak menjadi harapan bagi majunya sebuah negara. Di masa depan, anak-anak akan menjadi sosok-sosok penting yang akan memimpin Indonesia. Sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap anak-anak, pemerintah telah menetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. Penetapan tanggal ini dilakukan sebagai upaya menjamin hak-hak anak yang tertulis dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Tema Hari Anak Nasional (HAN) 2018 adalah Anak Indonesia, Anak GENIUS (Gesit-Empati-Berani-Unggul-Sehat). Melalui tema ini, anak-anak Indonesia diharapkan menjadi anak yang aktif, berprestasi dan sehat dengan tetap menjaga kepribadian yang baik. Melalui momen Hari Anak Nasional ini, semua elemen masyarakat diingatkan kembali untuk bertanggungjawab memenuhi hak-hak anak. 

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA menyambut gembira HAN 2018 ini. Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini telah mendukung pemenuhan hak-hak anak sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak, yang meliputi hak hidup, hak tumbuh kembang, hak berpartisipasi sesuai harkat dan martabat serta hak mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Rumah Sakit telah berupaya untuk mewujudkan perlindungan dini terhadap anak. Terbukti dari peraturan Rumah Sakit yang memberlakukan anak-anak dibawah 12 tahun tidak diperbolehkan masuk ke ruang perawatan kecuali karena sedang dirawat. Untuk mengantisipasi orang tua yang terlanjur membawa anak ke Rumah Sakit maka disiapkan ruang bermain anak “d’OEN FUN PARK” di lantai 1 gedung twin towers. Hal ini diharapkan agar meminimalkan anak dari penularan virus atau infeksi. Selain mewujudkan perlindungan dini terhadap anak, ruang bermain anak juga sebagai sarana untuk mendukung penuh hak tumbuh kembang anak, terutama dalam hal sosialisasi dengan teman sebayanya.

Rumah Sakit milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini juga mendukung penuh hak tumbuh kembang anak dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, seperti imunisasi. Pemisahan klinik anak juga menjadi bentuk kepedulian Rumah Sakit terhadap pemenuhan hak anak.

Walk to 60th 2018 SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Surakarta dikawal Tim Medis RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA kembali berpartisipasi dalam kegiatan sosial masyarakat. Hari Minggu, 22 Juli 2018, Rumah Sakit mengirimkan 1 unit ambulans beserta tenaga medis dalam kegiatan jalan sehat dan donor darah bertajuk “Walk to 60th 2018” yang diselenggarakan oleh SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Surakarta. Acara ini diadakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-60 sekolah tersebut. Jalan sehat diikuti oleh seluruh sivitas akademika sekolah tersebut beserta tamu undangan.

Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini menugaskan dr. Paulus Gunawan dan Yulius Fredy H W, AMK selaku perawat. Peserta bergerak dari halaman sekolah sekitar pukul 07.15 WIB dan kembali lokasi semula sekitar pukul 08.30 WIB.

Partisipasi Rumah Sakit yang terletak di Jalan Brigjen Katamso No. 55 Surakarta ini diharapkan mampu mengatasi masalah kesehatan yang timbul selama penyelenggaraan kegiatan jalan sehat dan donor darah tersebut. Mengingat rute jalan sehat cukup jauh sehingga ambulans beserta Tim beriring-iringan dengan pejalan sehat.

Sejauh 3 kilometer peserta menyusuri Jalan Slamet Riyadi dengan riang. Peluh keringat dari wajah peserta pun tidak mengurangi semangat mereka untuk sampai di garis finish. Setidaknya 300 orang berpartisipasi dalam acara ini.

Sebelumnya, Rumah Sakit berusia 85 tahun milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini juga turut ambil bagian dalam kegiatan sosial yang diadakan oleh organisasi atau lembaga di Kota Surakarta. Rumah Sakit pernah mengirim Tim Kesehatan dan ambulans dalam acara sejenis seperti acara Bakti Sosial Alumni SMAN 3 Surakarta di Benteng Vastenburg, Bothekan Tegalharjo, acara jalan sehat dalam rangka HUT STIKES Nasional Surakarta, acara Pertemuan Dewan Anggota Asosiasi Mahkamah Konstitusi Sejenis se-Asia dan Simposium Internasional di Kota Surakarta, dan acara Tour De Tjolomadoe di Eks Pabrik Gula Colomadu Karanganyar.

 

 

 

Tak terasa ambulans dari RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA melaju mengiringi pejalan sehat sampai di garis finish. Sesampainya di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut para pejalan sehat mengantre untuk dilakukan cek tekanan darah agar dapat melakukan donor darah. Setelah jalan sehat dan donor darah selesai Tim Kesehatan segera kembali menuju Rumah Sakit.