Berita

Pemaparan Rencana Strategi Rumah Sakit serta Upaya Meningkatkan Kesadaran akan Permasalahan Hukum di Era Keterbukaan Informasi dalam Gathering dan Seminar RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

 


RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA kembali bekerja sama dengan Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) melaksanakan Gathering dan Seminar bertajuk Problematika Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit di Era Keterbukaan Informasi pada hari Sabtu, 5 Mei 2018. Acara ini dihadiri oleh belasan tamu undangan dari pemangku jabatan di Kota Solo, perawat, praktisi bidang kesehatan, dosen, dan karyawan fasilitas kesehatan yang menjadi peserta seminar, serta wartawan dari berbagai media massa. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Triganda A, lantai 3 Gedung Twin Towers Rumah Sakit.
Kegiatan gathering dan seminar diselenggarakan dengan tujuan untuk menginformasikan kepada khalayak mengenai profil dan rencana strategi Rumah Sakit milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini. Selain itu, Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini juga bertujuan memberikan edukasi perihal perlindungan hukum terhadap karyawan fasilitas kesehatan, membahas isu-isu pelanggaran hukum di fasilitas kesehatan dan mencari tahu langkah pencegahannya, serta mengajak tenaga pelayanan kesehatan untuk menguraikan permasalahan selama melayani dan bersama-sama mencari solusinya.








Melalui gathering yang rutin diadakan setiap tahun ini, para hadirin bisa mengetahui fasilitas dan pelayanan yang dikembangkan Rumah Sakit. Seperti yang kita ketahui, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA mengusung konsep Healthy Area dimana jalur pasien dan pengunjung dipisah untuk menghindari infeksi nosokomial. Materi-materi yang disampaikan dalam seminar juga diharapkan dapat membimbing para peserta untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya memahami aspek hukum dalam pelayanan kesehatan dan mengetahui langkah penanggulangan permasalahan hukum.





Acara diawali dengan dikumandangkannya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Panti Kosala. Setelah itu, Direktur Utama menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih. Selanjutnya beliau memaparkan profil Rumah Sakit serta rencana pengembangan Rumah Sakit tahun 2018 – 2019. Adapun rencana pembangunan tersebut meliputi kemudahan akses fasilitas dan layanan Rumah Sakit, pengaturan pelayanan pasien, layanan unggulan baru, layanan kesehatan, pembuatan informasi edukasi kesehatan, pengembangan layanan alternatif – preventif, serta upaya pemberian perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan Rumah Sakit.






Setelah sambutan dari Direktur Utama kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (MHKI DIY), Bapak M. Endriyo Susila, S.H, MCL yang mengucapkan terima kasih atas undangan dari Rumah Sakit dan menyampaikan peran MHKI dalam membantu menguraikan permasalahan hukum di rumah sakit.







Pada seminar kali ini, Rumah Sakit mengundang Bapak M. Luthfie Hakim, SH, MH, anggota Kompartemen Hukum PP PERSI dan konsultan hukum rumah sakit yang juga merupakan pengurus MHKI Pusat. Beliau menyampaikan materi mengenai Rahasia Kedokteran vs Keterbukaan Informasi dalam Perspektif Hukum. Dalam sesi ini dijelaskan mengenai dasar hukum yang mengatur rahasia kedokteran, ruang lingkup rahasia kedokteran, serta kepentingan-kepentingan yang melatarbelakangi pembukaan rahasia kedokteran. Berkaitan dengan keterbukaan informasi, Bapak Luthfie memaparkan tentang Pasal-pasal yang relevan dengan larangan pengambilan rekaman audio, audio visual/ video, dan/ atau foto di area rumah sakit.





Dilanjutkan dengan pemateri dari keperawatan yaitu Ibu Tri Susilowati, S.Kep,Ns yang memaparkan mengenai Dokumentasi Keperawatan sebagai Bentuk Perlindungan Hukum. Beliau menyampaikan seputar dokumen keperawatan yang berhubungan dengan rekam medis. Tujuan, manfaat, dan prinsip dokumentasi dikupas tuntas oleh pembicara yang berpengalaman lebih dari 30 tahun di bidang keperawatan ini.








Setelah kedua pemateri selesai menyampaikan presentasi, moderator membuka termin bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan. Begitu sesi tanya jawab dibuka, beberapa peserta yang berasal dari berbagai instansi kesehatan di area Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini segera mengangkat tangan untuk menanyakan seputar materi yang dipaparkan serta permasalahan hukum di fasilitas pelayanan kesehatan.


Selain dihadiri oleh stakeholder di Kota Solo dan peserta seminar, jajaran media massa juga diundang untuk berpartisipasi dalam acara ini. Tujuan diundangnya media adalah agar perusahaan media memahami mekanisme dan peraturan dalam memberitakan isu kelalaian hukum di berbagai instansi sehingga tidak ada potensi untuk mencemarkan nama baik terlebih apabila menyebarkan pemberitaan palsu (hoax).

Dalam Rangka BUMN Tour De Tjolomadoe, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA Berpartisipasi dengan Menyediakan Ambulance

Turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh BUMN pada Sabtu & Minggu, 28 – 29 April 2018 RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA mengirimkan ambulance dengan tim medis yang terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat ke De Tjolomadoe Karanganyar, Jawa Tengah.

Kegiatan yang dihadiri oleh pejabat struktural BUMN dan Menteri BUMN tersebut bertujuan untuk mempersatukan Visi dan Misi keberagaman BUMN serta berpotensi besar untuk menjadikan Indonesia lebih berjaya. Lewat kegiatan rapat koordinasi BUMN, Bazaar kerajinan tangan & kuliner, dan BUMN Tour De Tjolomadoe ini realisasinya adalah BUMN Berseri (Bersinergi Membangun Negeri).

Partisipasi Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M. Kes ini mampu memberikan rasa aman terhadap seluruh peserta yang mengikuti puncak kegiatan BUMN Tour De Tjolomadoe “Fun Bike” pada minggu pagi. Pasalnya rute yang dilalui peserta untuk bersepeda cukup jauh sehingga seluruh ambulance dari berbagai sarana kesehatan yang ikut dalam kegiatan tersebut iring-iringan dengan pesepeda.

Sejauh 20 kilometer 7500 peserta mengayuh sepeda dengan santai menyusuri tol Tjolomadoe Kabupaten Karanganyar. Keringat bercucuran menghiasi wajah pesepeda tak menurunkan antusiasme peserta untuk menyelesaikan sampai garis finish.

Gelaran fun bike yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut merupakan rangkaian kegiatan BUMN hadir di Tjolomadoe, setelah sehari sebelumnya dilaksanakan rapat koordinasi seluruh pimpinan BUMN juga diselenggarakan kegiatan Kartini Millennials.

Tak terasa tim ambulance dari RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA melaju dan sampai di garda terdepan peserta fun bike. Acara selesai sekitar pukul 10.30 WIB, tim segera kembali menuju Rumah Sakit.

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA Peroleh Juara 1 dalam Lomba Paduan Suara dan Lomba Wound Care (Perawatan Luka) yang diselenggarakan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Surakarta

Perawat RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA berhasil menorehkan prestasi dalam lomba paduan suara dan lomba wound care (Perawatan Luka) tingkat Surakarta. Lomba ini diadakan sebagai rangkaian untuk merayakan HUT PPNI ke 44 tahun yang jatuh pada tanggal 17 Maret 2018.

Lomba paduan suara diikuti oleh 5 tim yang merupakan perwakilan dari Rumah Sakit dan STIKES. RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA mengirimkan 1 tim dengan jumlah anggota 19 orang, dimana anggotanya adalah perawat-perawat dari berbagai ruang. Selain meraih prestasi di lomba paduan suara, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA juga meraih juara 1 dalam lomba wound care yang diwakili oleh Bapak Suwarto, Amk dan Ibu Renatalia Rinda Purnamasari, Amk. Mereka berhasil menjuarai setelah bersaing dengan  11 tim dari berbagai perwakilan Rumah Sakit lain. Kedua lomba tersebut dilaksanakan pada Selasa, 24 April 2018 bertempat di Politeknik Kesehatan, Mojosongo, Surakarta dan pengumuman lomba dilakukan pada tanggal 29 April 2018 bertempat di Rumah Sakit DKT Slamet Riyadi Surakarta.

Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M. Kes ini patut berbangga karena perawat tidak hanya terampil dalam memberikan pelayanan kepada pasien, tetapi juga dapat menunjukkan bakatnya, bahkan mampu meraih prestasi dalam hal memberi pelayanan juga dalam hal menyanyi. Rumah Sakit terus mendukung civitas hospitalia dalam mengembangkan bakat dan kreativitasnya.

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA Ajak Anak-anak di Pusat Pengembangan Anak (PPA) Debora serta PPA Daniel untuk Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Kesehatan  merupakan  salah  satu  aspek  kehidupan  yang  perlu  kita  jaga  agar terhindar dari berbagai macam penyakit. RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA menggelar sosialisasi bertema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pengembangan Anak (PPA) Debora pada hari Rabu, 25 April 2018 yang berlokasi di GBIS Sama’an Solo dan di PPA Daniel pada hari Kamis, 26 April 2018 berlokasi di GKI Coyudan Solo. Sosialisasi di PPA Debora dipandu oleh dr. Tara Ken, sedangkan sosialisasi di PPA Daniel dipandu oleh dr. Ignatia Eva.


Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini berupaya mewujudkan masyarakat yang sehat dengan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga penyakit dapat dicegah sejak dini. Acara ini juga diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap seluruh masyarakat yang mempercayakan layanan kesehatannya pada Rumah Sakit yang bernaung di bawah YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini.

 


Sosialisasi ini diikuti oleh setidaknya 70 orang peserta. Pembicara menjelaskan perilaku atau kegiatan untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, serta aktif dalam menjaga lingkungan yang sehat seperti membuang sampah pada tempatnya, makan makanan bergizi, dan olahraga teratur. Pembicara mengajak peserta untuk membiasakan diri dengan cuci tangan 6 langkah setiap sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil atau buang air besar, maupun sebelum dan sesudah melakukan aktivitas lainnya. Seminar ini diharapkan banyak membantu peran orang tua dalam edukasi terhadap buah hatinya. Selain itu anak dapat menjaga dirinya sendiri dari ancaman penyakit baik  di  sekolah,  di  luar  rumah  maupun  dimana  saja  saat  tidak  ada  orang  tua  yang mengawasi.

Di tengah acara juga ditampilkan gambar animasi mengenai tindakan yang mencerminkan PHBS. Penayangan gambar tersebut cukup menarik perhatian anak-anak untuk menyimak dan menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Selain terkait PHBS, melakukan sosialisasi tentang Alat Reproduksi Manusia. Materi ini dipaparkan agar anak dapat membersihkan tubuh dengan benar serta mengetahui cara menjaga dan membersihkan organ-organ vital mereka. 

Sosialisasi tentang PHBS merupakan salah satu dari rangkaian acara sosialisasi oleh Rumah Sakit yang berusia 85 tahun ini. Sebelumnya, Rumah Sakit pernah melaksanakan sosialisasi kesehatan di SDN Bibis Wetan No. 158, di kelurahan Tegalharjo dan Gandekan, serta di berbagai tempat ibadah di Kota Surakarta.

 

 

Visitors Counter

862191
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1279
1849
7184
842965
38447
54652
862191

Your IP: 54.162.165.158
Server Time: 2018-06-20 11:34:37

Guests Online

We have 68 guests and no members online