Berita

Penuhi Kebutuhan ASI Eksklusif pada Buah Hati Meski Sibuk Bekerja

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alami yang mengandung nutrisi bagi bayi dan berperan penting pada proses perkembangan bayi agar tumbuh dengan sehat. ASI dianjurkan diberikan kepada bayi hingga usia 6 bulan. Setelah 6 bulan bayi dapat diberikan makan Pendamping ASI (MPASI) yang berguna untuk mencukupi kebutuhan kalori pada bayi.

Pemberian ASI Ekslusif

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berusia nol bulan sampai 6 bulan. Setiap ibu perlu mendapatkan manfaat ASI yang optimal untuk buah hati dan juga untuk dirinya dengan menjaga pola makan bergizi yang seimbang sehingga menghasilkan ASI Eksklusif. Beberapa zat yang terkandung dalam ASI salah satunya adalah DHA (docosahexaenoic acid) dan AA (arachidonic acid), immunoglobulin A, lactoferin, leukosit, lyzozym, faktor bifidus yang membantu untuk mengembangkan kecerdasan otak janin serta taurin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan bayi dan sistem pencernaannya.

Pemberian ASI Eksklusif pada bayi sebaiknya dilakukan oleh seorang ibu untuk menjaga dan menunjang tumbuh kembang bayi. Jika setiap anak diberikan ASI Eksklusif, setidaknya terdapat 800 juta jiwa anak selamat dari berbagai penyakit infeksi, malnutrisi, bahkan kematian dini.

Beberapa ibu tidak bisa memberikan ASI Eksklusif kepada bayi karena rutinitas ibu di luar rumah seperti bekerja, sehingga mereka perlu mengatur waktu agar tetap bisa mencukupi kebutuhan ASI Eksklusif.

Terkait permasalahan rutinitas ibu di luar rumah agar tetap bisa memberikan ASI Eksklusif, saat ini terdapat alat untuk memudahkan dan memperlancar produksi ASI yaitu pompa ASI atau juga dikenal dengan breast pump. Alat tersebut menjadi alternatif sehingga kebutuhan ASI bayi tetap bisa tercukupi.

Ketika memberikan ASI Eksklusif kepada bayi dengan alat pompa ASI tersebut, sang ibu juga perlu memperhatikan manajemen waktu seperti halnya saat di rumah.

Cara mengosongkan air susu agar produksi ASI stabil bisa dilakukan dengan memberikan ASI kepada bayi secara langsung saat sedang sibuk di luar rumah, ibu menyusui bisa memompa ASI sekaligus membuat persediaan untuk kebutuhan bayi.

Berdasarkan Pasal 83 UU No.13 Tahun 2003 tentang pekerja wanita yang masih menyusui dipersilakan menyusui atau setidaknya memerah ASI pada saat jam kerja. Maka dari itu, saat ini banyak tempat kerja memberikan kemudahan bagi karyawan menyusui agar dapat mencukupi kebutuhan ASI bagi sang buah hati.

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA mendukung penuh Program ASI Eksklusif dengan memberikan fasilitas kepada pengunjung Rumah Sakit seperti Ruang Khusus untuk Ibu menyusui, selain itu Rumah Sakit juga memastikan bayi yang baru lahir oleh ibunya menerima ASI Eksklusif, dan karyawati ibu menyusui dipersilakan untuk melakukan aktivitas pumping saat jam kerja guna mencukupi kebutuhan stock ASI.

 

Referensi :

http://www.kemenperin.go.id/kompetensi/UU_13_2003.pdf

https://sains.kompas.com/…/204…/penemuan-yang-mengubah-dunia

https://www.depkes.go.id/…/banyak-sekali-manfaat-asi-bagi-b…

https://www.klikdokter.com/…/…/2708481/apa-itu-asi-eksklusif

Koperasi Karyawan “Usaha Bersama” RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA Meraih Juara II dalam Lomba Tertib Administrasi dan Organisasi Koperasi dalam Peringatan Hari Koperasi “Gayeng Grebegan Gunungan”

Peringati Hari Koperasi ke-71, Koperasi Karyawan “Usaha Bersama” RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA mengikuti acara Grebeg Hari Koperasi “Gayeng Grebegan Gunungan” yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pemerintah Kota Surakarta. Acara dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2018, bertempat di halaman depan Benteng Vastenburg dan diikuti oleh 29 badan koperasi di Surakarta. Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 tahun ini mengusung tema Penguatan Koperasi Mendukung Ekonomi Nasional. Manfaat koperasi di era saat ini dirasa penting dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, selain itu koperasi juga berperan dalam penyerapan tenaga kerja, membantu masyarakat dalam membangun usaha.

Acara Grebeg Hari Koperasi “Gayeng Grebegan Gunungan” dimulai dengan arak-arakan gunungan yang dibawa oleh 29 badan koperasi di Surakarta, kemudian gunungan diarak dari Halaman Balaikota menuju Benteng Vastenberg. Pukul 07.00 arak-arakan gunungan sampai di Benteng Vastenburg, acara dilanjutkan dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Provinsi Jawa Tengah. Dra. Ema Rachmawati, M. Hum, dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Walikota Surakarta Bapak FX. Hadi Rudyatmo, beliau menyampaikan bahwa “Koperasi itu adalah Kokoh, Perkasa dan Rakyat Seluruh Indonesia, harapannya menjadi gerakan untuk membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat”.

 

Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba Koperasi. Pada kesempatan kali ini, Koperasi Karyawan “Usaha Bersama” RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA berhasil menorehkan prestasi dengan Juara II dalam Lomba Administrasi dan Organisasi Koperasi Tingkat Kota Surakarta tahun 2018. Penghargaan tersebut berdasarkan 5 aspek penilaian yaitu Aspek Penerapan Prinsip Koperasi, Aspek Kelembagaan, Aspek Transaksi dan Permodalan, Aspek Usaha dan Keuangan, dan Aspek Kepatuhan. Prestasi yang sama juga pernah diraih oleh Koperasi Karyawan “Usaha Bersama” RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA, diantaranya meraih Juara III dalam lomba Tertib Administrasi Koperasi dalam rangka peringatan Hari Koperasi se Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Surakarta pada bulan Juli tahun 2016. Juara II dalam lomba Tertib Administrasi Perkoperasian dengan Penilaian 7 Aspek, terdiri dari: Aspek Legalitas Kelembagaan, Aspek Badan Usaha Aktif, Aspek Kinerja Usaha Yang Semakin Sehat, Aspek Kohesivitas dan Partisipasi Anggota, Aspek Orientasi Kepada Pelayanan Anggota, Aspek Pelayanan Kepada Masyarakat, Aspek Kontribusi Terhadap Pembangunan Daerah pada bulan Juli tahun 2017. Ketua Koperasi “Usaha Bersama” RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA, Ibu B.M Susilowati, S. Kep., Ns., M. Kes, menyampaikan bahwa “harapannya agar koperasi semakin maju dan sesuai dengan perundang-undangan. Koperasi tetap bersinergi dengan Rumah Sakit sebagai sarana mensejahterakan karyawan”. Acara dilanjutkan dengan “rayahan gunungan” pada pukul 09.00 acara diakhiri dengan hiburan dan penutup

 

 

Mengenal Penyakit Hepatitis

Penyakit Hepatitis menjadi salah satu masalah kesehatan yang penting untuk diperhatikan. Penyakit Hepatitis, yang terdiri dari Hepatitis A, B, C, D dan E menjadi penyakit yang banyak memakan korban di dunia. Sebanyak 1,5 juta penduduk dunia meninggal setiap tahunnya karena virus Hepatitis. Sementara itu, sebanyak dua milyar orang di dunia terinfeksi virus Hepatitis B, dengan rincian 240 juta orang mengidap Hepatitis B Kronik dan sebanyak 170 juta orang mengidap Hepatitis C.

Sumber : http://www.who.int/images/default-source/campaigns/hepatitis-day/10-keys-messages/7.tmb-1920v.jpg?sfvrsn=755507df_1

Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki endemisitas tinggi Hepatitis B di kawasan South East Asian Region (SEAR) setelah Myanmar. Diperkirakan 10 dari 100 orang di Indonesia telah terinfeksi Hepatitis B atau C. Saat ini diperkirakan sebanyak 28 juta penduduk Indonesia terinfeksi Hepatitis B dan C, 14 juta di antaranya berpotensi menjadi kronis dan dari yang kronis tersebut, 1,4 juta di antaranya berpotensi untuk menderita kanker hati.

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa penyakit Hepatitis menjadi masalah yang penting bagi kesehatan dunia, termasuk Indonesia. Maka dari itu, pada tahun 2010 penyakit Hepatitis ditetapkan sebagai Global Public Health Concern pada sidang WHA (World Health Assembly). Dalam sidang tersebut dinyatakan bahwa Hepatitis merupakan agenda yang menjadi prioritas dunia dan tanggal 28 Juli juga ditetapkan sebagai Hari Hepatitis Sedunia.

Penyebab dan Penularannya

Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan yang disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebih dan penyakit autoimmune. Terdapat lima jenis virus Hepatitis, yaitu Hepatitis A, B, C, D dan E. Antara Hepatitis yang satu dengan yang  lain tidak saling  berhubungan. 

Hepatitis A disebabkan oleh virus Hepatitis A dan menjadi penyakit endemis di negara-negara berkembang. Penyakit ini merupakan Hepatitis yang ringan, bersifat akut, sembuh spontan/sempurna tanpa gejala sisa dan menyebabkan infeksi kronik. Penularannya melalui fecal oral, dengan sumber penularan yang umumnya terjadi karena sanitasi yang buruk, pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar dan personal hygiene yang rendah.

Hepatitis B, terbagi menjadi dua, yaitu Hepatitis B Akut dan Hepatitis B Kronik. Hepatitis B Akut disebabkan oleh virus Hepatitis B dari golongan virus DNA dengan masa inkubasi 60-90 hari. Penularannya vertikal 95% terjadi pada masa perinatal (persalinan) dan 5% intra uterina. Sedangkan penularan horisontal melalui transfusi darah, jarum suntik tercemar, pisau cukur, tato dan transplantasi organ. Hepatitis B Akut yang berkembang menjadi penyakit Hepatitis B Kronik. Usia saat terjadinya infeksi memengaruhi kronisitas penyakit. Bila terjadi saat bayi, 95% akan menjadi Hepatitis B Kronik. Sedangkan bila penularan terjadi pada usia balita, 20-30% menjadi penderita Hepatitis B Kronik dan bila penularan saat dewasa, hanya 5% yang menjadi penderita Hepatitis B Kronik.

Hepatitis C disebabkan oleh sirosis dan kanker hati. Etiologi virus Hepatitis C termasuk golongan virus RNA dengan masa inkubasi 2-24 minggu. Penularan Hepatitis C melalui darah dan cairan tubuh, penularan masa perinatal, jarum suntik, transplantasi organ, kecelakaan kerja dan hubungan seks. Hepatitis D disebabkan oleh virus Hepatitis D atau virus delta. Virus ini memerlukan virus Hepatitis B untuk berkembangbiak, sehingga hanya ditemukan pada orang yang telah terinfeksi virus Hepatitis B. Selanjutnya, penyakit Hepatitis E, yang dahulu dikenal sebagai Hepatitis Non A-Non B, dapat ditularkan melalui fecal oral seperti halnya Hepatitis A. Etiologi virus Hepatitis E termasuk virus RNA dengan masa inkubasi 2 – 9 minggu.

Pencegahan

http://www.who.int/images/default-source/campaigns/hepatitis-day/10-keys-messages/1.tmb-1920v.jpg?sfvrsn=925890ee_1

 Meskipun penyakit Hepatitis mengakibatkan banyak korban, namun penyakit Hepatitis dapat dicegah penularannya. Hepatitis A dapat dicegah dengan memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama pada makanan dan minuman. Selain itu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga harus diperhatikan. Untuk Hepatitis B Akut dapat dicegah dengan menghindari risiko yang menyebabkan terjadinya penularan, melakukan imunisasi yang sudah masuk dalam program nasional, yaitu vaksin HBO (<12 jam), DPT/HB1 (2 bulan), DPT/HB2 (3 bulan) dan DPT/HB3 (4 bulan). Sementara untuk Hepatitis B Kronik dapat dilakukan pengobatan untuk memperpanjang harapan hidup dan menurunankan terjadinya sirosis hepatis atau hepatoma. Saat ini tersedia tujuh macam obat untuk Hepatitis B, yaitu Interferon alfa-2a, Penginterferon alfa-2a, Lamivudin, Adefovir, Entecavir, Telbivudin dan Tenofovir.

Untuk Hepatitis C dapat dilakukan pencegahan dengan menghindari risiko penularannya karena hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk Hepatitis C. Namun, penderita Hepatitis C dapat diobati dengan kombinasi pegylated interferon dan ribavirin.

Saat ini belum tersedia vaksin untuk hepatitis D, namun orang yang telah diberikan imunisasi Hepatitis B otomatis akan terlindungi. Sedangkan untuk Hepatitis E, pencegahannya dapat dilakukan  dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, terutama makanan dan minuman. Hingga saat ini belum tersedia juga vaksin untuk Hepatitis E.

Artikel diolah dari Infodatin dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, diakses dari http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hepatitis.pdf.

Ketahui Solusi Tepat Cegah Beser pada Lansia dalam Seminar Awam di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA

RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA bekerja sama dengan Confidence menyelenggarakan seminar awam lansia bertajuk “Langkah Tepat Mengontrol Ketidakmampuan Menahan Buang Air Kecil pada Lansia” di Ruang Museum dr. Oen pada 27 Juli 2018. Acara yang diselenggarakan Rumah Sakit milik YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini terbuka untuk umum. Sebagian besar peserta dalam seminar ini adalah kalangan lanjut usia (lansia) yang tertarik dengan tema yang akan dibicarakan.

Seminar ini menghadirkan dr. R. Irwin Halilintar, Sp.U, dokter spesialis urologi (saluran kemih) di Rumah Sakit. Tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum terkait inkontinensia urine, yaitu kondisi di mana seseorang kesulitan dalam mengontrol buang air kecil. Kondisi ini meningkatkan frekuensi keluarnya urine sehingga para penderita dapat mengeluarkan urine secara tiba-tiba tanpa memperhatikan waktu dan situasi. Rumah Sakit yang berusia 85 tahun ini berupaya mengedukasi masyarakat agar mengetahui faktor-faktor pemicu masalah kesehatan serius yang masih dianggap wajar oleh para lansia.

Acara dimulai pukul 08.45 WIB dan dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan penyampaian panduan keselamatan atau safety briefing sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) Rumah Sakit.

Direktur Utama Rumah Sakit, dr. William Tanoyo, M.Kes, menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta dan pendukung acara lalu memaparkan profil Rumah Sakit dengan singkat. Sebelum sesi materi dimulai, peserta diajak untuk melakukan senam otak. Usai senam otak, pembawa acara mempersilakan pembicara untuk memaparkan materi mengenai Langkah Tepat Mengontrol Ketidakmampuan Menahan Buang Air Kecil pada Lansia.

Peserta menyimak materi yang disampaikan oleh pembicara dengan seksama. Dalam sesi materi, dijelaskan bahwa penyakit inkontinensia urine cenderung menyerang wanita daripada pria. Gejala penyakit ini terbagi dalam 3 fase. Pada fase ringan, ditandai dengan urine kadang menetes saat batuk, bersin, atau saat berjalan ke toilet. Di fase ringan – sedang, urine menetes setiap hari sehingga pasien perlu mengenakan popok. Pada fase berat, urine dapat keluar hampir setiap jam per hari.

Inkontinensia urine disebabkan oleh meningkatnya tekanan pada daerah perut; lalu kebiasaan seperti merokok, minum alkohol, konsumsi kafein, atau faktor penuaan yang dapat membuat urine dikeluarkan secara darurat dengan frekuensi tinggi; serta bocornya urine karena penuhnya kandung kemih. Selain itu, pembicara juga menjelaskan mengenai langkah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi inkontinensia urine.

Setelah sesi materi, beberapa peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan kepada pembicara. Setelah pembicara menjawab seluruh pertanyaan, peserta kembali diajak bergerak aktif dengan melakukan senam kreasi. Oma opa terlihat mencoba menggerakkan badannya dari tempat duduk saat musik berirama enerjik diputar oleh panitia. Saat diminta naik ke panggung, ada yang memperagakan senam aerobik, senam bio energi power, dan senam untuk penderita diabetes. Acara dilanjutkan dengan pengundian nomor registrasi dan pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung. Pukul 11.00 WIB pembagian doorprize selesai dan acara seminar awam lansia ditutup.

 

Silahkan download Materi Seminar Awam Lansia di bawah ini:

icon Materi Seminar Awam Lansia Inkontinensia Urin (Link)